Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, KAMPALA—Sebanyak 13 orang anak-anak meninggal dunia akibat tersambar petir di kamp pengungsi Uganda. Pihak berwenang di negara Afrika Timur itu pada Minggu (3/11/2024) menjelaskan jumlah korban meninggal dunia total 14 orang, 13 di antaranya masih anak-anak.
Polisi mengatakan insiden mematikan itu terjadi di kamp permukiman Palabek di Uganda utara, yang sebagian besar menampung pengungsi dari Sudan Selatan.
Juru bicara polisi Kituuma Rusoke mengatakan bahwa selain 14 korban tewas, 34 lainnya terluka. Dia menambahkan bahwa tidak ada laporan kebakaran yang terjadi setelah sambaran petir itu.
BACA JUGA: Tol Solo-Jogja Segmen Kartasura-Klaten Bakal Kena Tarif, Ini Daftarnya
Sekitar 50 orang berlindung di gereja itu pada Sabtu malam (2/11/2024) ketika badai besar melanda daerah itu, melukai beberapa orang yang kemudian dirawat di pusat kesehatan.
Insiden fatal yang melibatkan petir sering dilaporkan di Uganda selama musim hujan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, Uganda memiliki salah satu tingkat kematian akibat sambaran petir tertinggi di dunia.
Pada 2021, petir menewaskan 18 anak sekolah dan guru mereka di sebuah ruang kelas di distrik Kiryandongo barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.