Haji 2026 Lancar, Bakom RI: Diupayakan Waktu Tunggu Lebih Singkat
Bakom RI menilai haji 2026 sukses. 220.247 jemaah Indonesia pulang bertahap, pemerintah siapkan strategi pemangkasan antrean haji.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Polisi membenarkan bahwa mereka memang sedang melakukan patroli pencegahan tawuran saat menelusuri kawasan Kali Bekasi yang menjadi lokasi penemuan tujuh mayat mengambang.
"Kami melakukan pencegahan aksi tawuran, itu yang dilakukan anggota pada saat di lokasi tersebut," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu (22/9/2024).
Dani menegaskan pihaknya mendapat laporan bahwa anggotanya sedang membubarkan tawuran pada malam itu.
Terlebih, dia juga mendapat keterangan dari salah satu saksi bahwa diduga adanya tawuran sebelum kejadian.
Kendati demikian, pihaknya masih memastikan dugaan-dugaan itu dengan melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang yang berhasil diamankan. "Kami masih melakukan pemeriksaan, termasuk ada beberapa orang yang ditarik ke Polres Metro Bekasi Kota," ujarnya.
Terpisah, seorang saksi bernama Aldo Sihotang mengaku sempat melihat banyak orang membawa motor dan senjata tajam (sajam) pada malam itu. "Saya emang ngitung ada 25 motor, mereka konvoi bawa sajam, jadi pas turun mereka mencar," ujar Aldo.
Aldo mengatakan kelompok itu diteriaki warga sebagai begal sehingga mereka langsung melompat ke dalam sungai berarus deras itu.
Penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi, tepatnya belakang Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai RT004/RW008, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi diketahui saksi Minggu pagi pada pukul 06.00 WIB dan dilaporkan pukul 07.00 WIB.
BACA JUGA: 7 Mayat Ditemukan Mengambang di Kali Bekasi, Polisi Selidiki
Polisi menyatakan penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi itu diduga karena tawuran. Kendati demikian, dugaan tersebut masih akan didalami kembali oleh kepolisian.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh mayat ditemukan mengambang di Kali Bekasi, dekat Perumahan Jatirasa, Jatiasih Bekasi, Jawa Barat, Minggu.
Ketua Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso menjelaskan bahwa 7 mayat yang ditemukan tengah mengapung di Kali Bekasi tersebut berjenis kelamin pria dan dalam keadaan wajah membengkak. "Jadi sebagian wajah korban sudah mulai membengkak ya," tutur Priadi, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bakom RI menilai haji 2026 sukses. 220.247 jemaah Indonesia pulang bertahap, pemerintah siapkan strategi pemangkasan antrean haji.
Jadwal puasa Tasua dan Asyura 2026 berbeda antara Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU. Simak tanggal, niat, serta keutamaannya.
Calon murid yang lolos verifikasi SPMB Kota Pekalongan akan mendapat token untuk memilih sekolah dan jalur pendaftaran. Orang tua diminta tidak panik.
Google masuk ke industri film lewat program 100 Zeros untuk memperkenalkan AI dan Gemini melalui film serta serial televisi.
Harga emas Antam hari ini naik Rp5.000 menjadi Rp2.673.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas dan buyback terbaru.
Madonna ungkap Confessions II lahir dari kolaborasi dengan putrinya Lourdes Leon serta kisah duka keluarga yang menjadi inspirasi album baru.