Advertisement

Antisipasi Dampak Gempa Megathrust, BMKG Sarankan Penyesuaian Gaya Membangun Rumah

Newswire
Senin, 02 September 2024 - 20:27 WIB
Sunartono
Antisipasi Dampak Gempa Megathrust, BMKG Sarankan Penyesuaian Gaya Membangun Rumah Ilustrasi megathrust Indonesia. - Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pentingnya penyesuaian gaya rumah untuk mengantisipasi dampak gempa megathrust.

"BMKG berupaya melakukan edukasi, bagaimana menghadapi ini [megathrust], bukan saja pada masyarakat, tetapi juga pada pemangku kepentingan, para pengambil keputusan, agar pola hidup, gaya hidup, gaya membangun rumah ke depan ini juga bisa menyesuaikan," kata Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin.

Advertisement

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu panik atas informasi terkait gempa megathrust, karena BMKG selama ini secara terus-menerus sudah memberikan edukasi dan informasi terkait mitigasi yang perlu dilakukan masyarakat untuk menghadapi kemungkinan bencana tersebut.

BACA JUGA : Ancaman Megathrust, Pemda DIY Mengaku Tak Perlu Mengeluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

"Pertama, masyarakat jangan panik, justru kalau panik salah. Masyarakat harus ter-literasi dengan baik, kemudian mengikuti arahan-arahan dari sumber-sumber resmi BMKG. Masyarakat harus semakin banyak tahu, bagaimana kita menghadapi potensi-potensi seperti itu," ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia memiliki titik-titik gempa megathrust yang perlu diwaspadai dan berpotensi menimbulkan bencana. Sebanyak garis yang disampaikan itu semua memiliki potensi megathrust. Oleh karena itu seharusnya seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berada di jalur-jalur itu harus bersiap-siap. "Termasuk media juga harus menyampaikannya dengan benar, jangan terlalu menakut-nakuti masyarakat," katanya.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa memaparkan berbagai potensi maksimal gempa yang bisa terjadi di 15 segmen megathrust yang ada di Indonesia.

"Ada 15 segmen megathrust yang membentang dari sepanjang pesisir barat Sumatera Selatan, Jawa, sampai selatan Bali, NTT, NTB, di Utara Sulawesi, dan Utara Papua. Memang kalau secara potensinya itu bisa magnitudo-nya sampai 9 ya," kata Rahma.

Berbagai potensi tersebut terdapat di segmen Aceh-Andaman dengan potensi 9,2 Magnitudo maksimum (Mmax), Nias-Simeulue 8,9 Mmax, Kepulauan Batu 8,2 Mmax, Mentawai-Siberut 8,7 Mmax, Mentawai-Pagai 8,9 Mmax, Enggano 8,8 Mmax, serta Selat Sunda-Banten 8,8 Mmax.

BACA JUGA : Ancaman Gempa Megathrust, BPBD Bantul Ingatkan Masyarakat Bangun Rumah Tahan Gempa

Kemudian, Jawa Barat 8,8 Mmax, Jawa Tengah-Timur 8,9 Mmax, Bali 9,0 Mmax, Nusa Tenggara Barat (NTB) 8,9 Mmax, Nusa Tenggara Timur 8,7 Mmax, Sulawesi Utara 8,5 Mmax, Filipina-Maluku 8,2 Mmax, Laut Banda Utara 7,9 Mmax, serta Laut Banda Selatan 7,4 Mmax.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement