Advertisement
Pembangunan 61 Bendungan Ditargetkan Rampung Hingga Akhir 2024
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Gubernur DIY Sultan HB X saat pembagian bantuannsosial di Kalurahan Condongcatur, Sleman, Rabu (28/8/2024). Ist - jokowi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA– Pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan 61 proyek infrastruktur bendungan di sejumlah daerah paling cepat dicapai pada akhir tahun 2024.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meresmikan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/8/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Teriakan Warga ke Jokowi di Pasar Godean: Terima Kasih Pak Sembakonya
Bendungan tersebut merupakan bendungan ke-45 dari program pembangunan bendungan yang bersumber dari kocek pemerintah. "Yang belum selesai nanti diselesaikan tahun depan, 61 bendungan. Atau nanti akhir Desember mungkin bisa targetnya tercapai," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa masih ada delapan bendungan lagi, selain Leuwikeris, yang sudah siap beroperasi dan akan segera ia resmikan.
"Masih ada delapan lagi yang segera kita resmikan. Berarti, totalnya ada 53," katanya.
Terkait kekurangan dalam pembangunan bendungan, Presiden Jokowi menyatakan bahwa 61 bendungan yang menjadi target pemerintah akan diselesaikan pada akhir tahun ini atau dilanjutkan pada program pembangunan infrastruktur tahun 2025.
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pengelolaan air untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertanian.
"Sekali lagi, air adalah sumber kehidupan. Oleh sebab itu harus dikelola dengan baik untuk manfaat rakyat, untuk manfaat masyarakat, untuk manfaat petani," kata Presiden Jokowi.
Sementara itu dalam pidato Presiden saat meresmikan Bendungan Leuwikeris, disebutkan bahwa bendung berkapasitas daya tampung 81 juta meter kubik air itu menelan anggaran bendungan terbanyak senilai Rp3,5 triliun, dari umumnya berkisar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun.
Dikatakan Presiden Jokowi, Bendungan Leuwikeris dengan luas genangan air mencapai 243 hektare itu memerlukan waktu delapan tahun untuk merampungkan proses pembangunannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








