Advertisement
Tak Aman Lagi, Ribuan Warga Palestina Keluar dari Lokasi Pengungsian Khan Younis
Warga Palestina mengusung jenazah seorang pria korban serangan Israel saat pemakaman di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan (13/7/2024). Sedikitnya 71 warga Palestina meninggal dan 289 lainnya terluka pada Sabtu (13/7) akibat serangan udara Israel yang menggempur tenda-tenda pengungsi di wilayah Mawasi di Kota Khan Younis, Gaza selatan. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad - tom.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ribuan keluarga pengungsi Palestina di Khan Younis melarikan diri dari serangan udara dan operasi militer Israel. Hal itu diungkap dari laporan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Senin (22/7/2024).
"Keluarga di Khan Younis kembali menerima perintah evakuasi dari otoritas Israel," kata UNRWA dikutip Selasa (23/7/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Serangan Israel ke Zona Kemanusiaan di Gaza Tewaskan 90 Orang
"Siklus ketakutan dan pengungsian telah berlangsung terlalu lama. Semua orang kelelahan," tambah mereka.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa kliniknya di Maan dan Bani Suhaila tidak beroperasi karena lokasinya di daerah timur Khan Younis yang dievakuasi.
Tentara Israel menembaki wilayah tersebut, di Jalur Gaza, yang sebelumnya diklaim "aman" tetapi mereka menuntut agar wilayah tersebut dievakuasi pada Senin.
Karena mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober.
Lebih dari 38.800 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak saat itu telah tewas, sementara lebih dari 89.400 lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Lebih dari sembilan bulan sejak serangan tersebut, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap akses makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasi militer di kota selatan Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang pada 6 Mei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pepaya Jadi Andalan Perawatan Wajah Alami di Rumah
- Target Tangkapan Ikan DIY Naik Gunungkidul Jadi Penopang
- SPT Pajak Sudah Tembus Jutaan, Tenggat Diperpanjang Sampai April
- Kesempatan Kuliah Gratis Dibuka Lagi lewat KIP Jalur SNBT
- Kemarau Panjang Mengintai, Temanggung Siaga Kekeringan
- Skema Jam Kerja Baru ASN Jogja Tertunda, Pemkot Tunggu Arahan
- Rahasia Buah Kiwi yang Sering Diremehkan Ternyata Banyak Manfaat
Advertisement
Advertisement








