Advertisement

85 Korban Tanah Longsor di Tambang Emas Gorontalo Berhasil Dievakuasi

Newswire
Rabu, 10 Juli 2024 - 14:47 WIB
Sunartono
85 Korban Tanah Longsor di Tambang Emas Gorontalo Berhasil Dievakuasi Ilustrasi tambang emas - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi 85 orang korban tanah longsor areal tambang emas rakyat di Desa Tulabolo Timur, Suwawa Timur, Bone Bolango, Gorontalo, dalam kondisi selamat.

Mayoritas dari puluhan korban selamat tersebut adalah penambang dan beberapa anggota keluarganya yang saat longsor berada di sekitar areal tambang, kata Laporan Pusat Koordinasi Operasi SAR Basarnas yang diterima di Jakarta, Rabu.

Advertisement

Satu di antara korban selamat tersebut adalah anak laki-laki berusia enam tahun yang saat ini sudah kembali ke keluarganya setelah dipastikan sehat oleh petugas tim kesehatan di posko utama operasi SAR di Desa Tulabolo Timur.

Selain itu tim SAR gabungan dalam operasi hari keempat ini juga mengevakuasi total 23 orang dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban diangkut menggunakan helikopter untuk kemudian diidentifikasi tim DVI Polri di Gorontalo sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan penemuan tersebut maka diketahui masih ada 32 orang korban yang hilang dalam pencarian, ​​​dari total sebanyak 140 orang korban bencana tanah longsor yang terdata secara resmi di posko utama operasi SAR hingga Rabu siang.

Sebelumnya Kepala Basarnas Kusrowo mengungkapkan pihaknya sedang berupaya mengerahkan penambahan alat berat guna memaksimalkan pencarian dan evakuasi korban. Di samping itu ada helikopter tambahan.

​​​​​​Saat ini tim SAR gabungan masih mengandalkan satu helikopter bantuan dari Polri dan dua alat berat ekskavator, ​​​​​termasuk sejumlah mesin alkon pertanian yang difungsikan menyemprot tumpukan tanah dalam mencari korban.

Berdasarkan hasil pantauannya pada Selasa (9/7) petang, akses dari posko menuju ke lokasi bencana berjarak puluhan kilometer di dalam hutan perbukitan atau setidaknya butuh waktu empat sampai lima jam secara infanteri.

Menurut dia, waktu tempuh 1.009 personel SAR gabungan bisa lebih lama lagi bila hujan terus mengguyur, kondisi tanah yang labil dan di beberapa titik harus melintasi jembatan sehingga membutuhkan helikopter untuk mengatasi kesulitan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Bantul Terbantu Sistem Elektrifikasi

Bantul
| Sabtu, 20 Juli 2024, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement