Advertisement
Cuaca Tak Kondusif, Status Darurat Bencana di Kubu Raya Diperpanjang
Bencana alam banjir yang melanda Kecamatan Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. ANTARA - HO/BPBD Kubu Raya.
Advertisement
Harianjogja.com, KUBU RAYA—Bencana dan cuaca yang tak kondusif mengakibatkan status darurat bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor di Kubu Raya selama 14 hari ke depan.
"Akibat bencana dan cuaca yang tidak kondusif beberapa hari terakhir, BPBD melakukan perpanjangan status darurat bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor selama 14 hari ke depan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya Heri Purwoko di Sungai Raya, Jumat (17/5/2024).
Advertisement
Ia menjelaskan dengan adanya perpanjangan status darurat bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor ini dapat memudahkan proses pemberian bantuan baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk masyarakat yang terdampak.
"Penetapan status siaga darurat bencana ini dilakukan untuk mempermudah proses dan akses penanganan apabila terjadi bencana di daerah," katanya.
Baca Juga
Banjir Merendam Sejumlah Titik di Jogja saat Hujan Deras, Ternyata Ini Penyebabnya
Banjir Sejak Jumat, Sejumlah Keluarga di Tranbadep Bengkulu Mengungsi
BNPB Segera Tangani Dampak Banjir di Kota Semarang untuk Kurangi Risiko Lebih Besar
Status siaga darurat bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor ditetapkan sejak 23 Februari sampai 31 Mei 2024, dan status darurat ini nantinya akan ditinjau kembali apabila bencana masih terjadi, sehingga tidak menutup kemungkinan jika pihaknya kembali akan melakukan perpanjangan status darurat bencana.
“Nantinya jika setelah 14 hari bencana masih terjadi maka status siaga darurat bencana tersebut akan dilakukan perpanjangan kembali,” ujarnya.
Ketua Satgas Informasi BPBD Provinsi Kalbar Daniel menuturkan dalam status siaga darurat bencana harus terdapat personel yang bersiaga serta siaga peralatan dan siaga logistik yang kapanpun dapat langsung tanggap di wilayah bencana.
Selain itu, ia meminta BPBD kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan instansi teknis lainnya di daerah masing-masing untuk mencari solusi dan akar permasalahan bencana di daerah.
"Semua BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait di wilayah masing-masing agar siaga, karena sewaktu-waktu bencana itu bisa saja terjadi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement






