Advertisement
Antisipasi Iran Serang Israel, Maskapai di Timur Tengah Pilih Batalkan Penerbangan
Ilustrasi pesawat terbang - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan Iran ke wilayah Israel mendorong sejumlah maskapai asal Timur Tengah membatalkan jadwal penerbangan serta mengubah rute pada sejumlah jadwal penerbangan sejak Sabtu (13/4/2024).
Emirates Airlines, misalnya, membatalkan beberapa penerbangannya. Sementara itu, Etihad Airways membatalkan layanan untuk para penumpang menuju Tel Aviv, Israel dan Amman, Yordania hari ini, Minggu (15/4/2024). "Beberapa penerbangan kami terdampak oleh penutupan sementara sejumlah wilayah udara di wilayah tersebut," demikian pernyataan resmi Fly Dubai Uni Emirat Arab, dikutip Reuters dari kantor berita nasional WAM.
Advertisement
Serangan Iran ke Israel itu memicu pembatalan penerbangan serupa dari Lebanon, Mesir dan Kuwait. Pembatalan diumumkan seusai sejumlah negara-negara Arab menyampaikan penutupan wilayah udara mereka. Di sisi lain, sejumlah maskapai Israel justru menyebut penerbangan kembali normal hari ini usai pembukaan wilayah udara sejak pukul 07.30 pagi waktu setempat. Adapun Iran meluncurkan sekelompok drone peledak dan menembakkan rudal ke Israel dalam serangan langsung pertamanya ke wilayah tersebut, Sabtu (13/4/2024), malam hari.
Baca Juga
Iran Serang Israel, Begini Sikap Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat
Berikut Daftar Negara yang Mendukung Israel dan Mengecam Serangan Iran
Diserang Puluhan Drone Iran, Israel Tutup Puluhan Bandara
Serangan itu berisiko meningkatkan eskalasi besar ketika Amerika Serikat (AS) berjanji memberikan dukungan kuat kepada Israel. Sirene meraung-raung di Israel dan media lokal melaporkan mendengar bunyi ledakan dari kejauhan, yang disebut sebagai intersepsi udara terhadap drone yang meledak.
Melansir Reuters, setelah drone yang menuju ke Israel meledak, layanan ambulans mengatakan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun terluka parah. Militer Israel mengatakan lebih dari 100 drone diluncurkan dari Iran, dan sumber keamanan di Irak dan Yordania melaporkan 10 drone terlihat berterbangan di langit. Para pejabat AS mengatakan militernya telah menembak jatuh beberapa drone tersebut. Usai serangan balasan Iran, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji bahwa "rezim jahat (Israel) akan dihukum".
Media Iran menggambarkan serangan terhadap Israel sebagai serangan yang "kompleks" karena juga melibatkan sekutu Iran di Yaman, Lebanon, dan Irak. "Serangan ini tidak hanya datang dari Iran, dan rezim ini (Israel) dihukum dari empat arah," kata kantor berita Tasnim dilansir dari KPVI. Adapun AS menegaskan dukungannya kepada Israel usai serangan tersebut. Presiden AS Joe Biden bakal bertemu dengan pimpinan Group of Seven atau G7 usai penyerangan militer Iran ke jantung kota, Tel Aviv, Israel. Biden mengatakan pertemuan itu akan membahas soal tanggapan dari tujuh negara dengan perekonomian yang maju itu atas peristiwa tersebut.
"Besok, saya akan bertemu dengan rekan-rekan pemimpin G7 untuk mengoordinasikan tanggapan diplomatik yang bersatu terhadap serangan Iran yang kurang ajar," ujarnya dalam siaran pers Gedung Putih, Minggu (14/4/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
Advertisement
Puluhan Orang Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Villa dan Kos-kosan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polda Jateng Bongkar Sindikat Motor Tanpa Dokumen, Sita 86 Kendaraan
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Astra Honda: Indonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
- Prajurit TNI Gugur Diserang KKB Saat Monitoring di Nabire
- Musala Ngepohsari Bantul Roboh Tergerus Erosi Sungai Oya
- Korban Banjir dan Longsor di Minas Gerais Brasil Jadi 30 Jiwa
- BGN Larang Mobil Operasional MBG Dipakai Belanja ke Pasar
Advertisement
Advertisement







