Advertisement
Mentan Minta PT Jasindo Segera Cairkan Asuransi Petani Jawa Tengah Korban Banjir
Sejumlah tim SAR gabungan mengirim logistik menggunakan perahu untuk warga korban banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). - Antara - Yusuf Nugroho
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta perusahaan asuransi, PT Jasindo mempercepat pencairan klaim asuransi petani korban banjir di Jawa Tengah. Pencairan ditegaskan maksimal tujuh hari kerja sejak Senin (12/2/2024).
“Ada asuransi tadi dari Jasindo, tolong pak dicairkan cepat. Bisa cair kapan? Seminggu ya? Jangan lewat ya,” kata Amran di hadapan petani yang menjadi korban kebanjiran di Demak, Jawa Tengah, Senin.
Advertisement
Mentan Amran didampingi Bupati Demak Eisti'anah dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno meninjau langsung sejumlah lahan pertanian yang yang kebanjiran di daerah Demak.
Dalam peninjauan Mentan Amran, menyempatkan waktu memberikan motivasi dan semangat kepada para petani yang lahan pertaniannya mengalami kebanjiran, salah satunya di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak.
Menurutnya petani mempunyai peran strategis dan menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan bagi bangsa dan negara.
Bagi Amran, krisis ekonomi dan kesehatan dapat diatasi, namun krisis pangan akan membawa dampak yang jauh lebih serius dan berpotensi menciptakan ketegangan dan konflik sosial yang mengancam stabilitas negara.
“Kalau krisis ekonomi itu bisa kita lewati, krisis kesehatan itu bisa kita lewati tapi kalau pangan jangan coba-coba, pasti masalah nasional dan itu bisa konflik sosial, bisa kita ribut antara kita kalau tidak ada pangan,” kata Amran.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pencairan asuransi harus dilakukan dengan cepat dan efisien dan tidak melewati batas waktu satu minggu, untuk memastikan keberlanjutan usaha pertanian petani.
BACA JUGA: Pemungutan Suara Pemilu 9 Desa di Demak Ditunda Akibat Banjir
“Suara rakyat, suara Tuhan. itu doanya dijabah, kalau tidak kerja cepat(soal pencairan asuransi) biasanya doanya itu tembus ke langit. Jangan lewat satu minggu ya kalau masih mau berlangganan pertanian,” kata Amran kepada pihak PT Jasindo yang disampaikan saat memberikan sambutan.
Amran juga mengungkapkan rasa empatinya terhadap petani yang mengalami kesulitan, terutama di daerah Demak, Kudus, dan Grobogan.
Ia menyatakan telah merasakan langsung tantangan yang dihadapi petani, seperti panen yang tidak optimal dan kerugian finansial akibat bencana alam.
Amran memastikan bahwa Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan penuh kepada petani yang membutuhkan, dengan memastikan penyaluran bantuan dan asuransi dilakukan secara tepat dan cepat.
“Pernah aku rasakan pernah aku susah, padi dipotong tidak matang, kemudian ditumpuk. Jadi itu dibagi dua, ayam separuh, kita separuh, yang hancur itu bagiannya ayam, yang bulirnya bagus itu bagian kita,” ucap Amran.
Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada korban banjir di wilayah Jawa Tengah (Jateng) senilai Rp30 miliar, di antaranya pupuk, benih, alsintan, dan alat panen lainnya yang dapat mempercepat produksi.
"Total bantuan senilai Rp30 miliar dengan rincian benih padi untuk 10.000 hektare, JIT, Asuransi Pertanian (AUTP), pompa, combine harvester dan traktor untuk tiga kabupaten," kata Amran.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti'anah mengungkapkan lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 2.800 hektare tanaman padi, sedangkan tanaman jagung mencapai 126 hektare.
Tanaman padi yang puso, kata dia, sekitar 1.400 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak. Luas lahan pertanian terdampak tersebut, kata dia, belum termasuk areal pertanian di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar.
"Harapan kami dilakukan penanganan secepatnya, karena genangan banjir bukan semakin surut karena lokasi pemukiman warga yang berada lebih rendah dibandingkan Sungai Wulan," ujarnya.
Tanaman padi petani yang tergenang banjir tidak hanya di Kabupaten Demak, ada pula Kabupaten Grobogan dan Kudus yang juga mengalami permasalahan serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement







