Advertisement

Pejabat Israel Berpidato, Menlu Retno Walk Out di Sidang PBB

Newswire
Kamis, 25 Januari 2024 - 22:47 WIB
Maya Herawati
Pejabat Israel Berpidato, Menlu Retno Walk Out di Sidang PBB Menlu Retno Marsudi menjawab pernyataan wartawan di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (14/8/2023). Antara - Yashinta Difa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi keluar ruangan atau Walk Out (WO) dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Hal itu dilakukan Menlu saat pejabat Israel berbicara di Debat Terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (23/1/2024). 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemlu) RI, Lalu Muhamad Iqbal, telah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. "Menlu Retno dan ketua delegasi sejumlah negara lainnya keluar ruangan saat Watap Israel menyampaikan statement-nya," katanya, kepada awak media, pada Kamis (25/1). 

Advertisement

Ia menjelaskan delegasi Indonesia dan sejumlah negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tidak berada di ruangan saat Wakil Tetap (Watap) Israel menyampaikan pernyataan di Debat Terbuka. 

BACA JUGA: Dugaan Korupsi Sistem Proteksi TKI Kemnaker, KPK Menahan Dua Tersangka

Sementara itu, Watap Israel juga tidak berada di ruangan Debat Terbuka ketika Indonesia dan sejumlah negara OKI berbicara di forum tersebut. "Watap Israel tidak berada di ruangan saat Indonesia dan sejumlah negara OKI menyampaikan pernyataan. Sebaliknya, delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI juga tidak berada di ruangan saat Watap Israel menyampaikan pernyataan," ujarnya. 

Seperti diketahui, Menlu RI menghadiri Debat Terbuka DK PBB membahas Gaza, Palestina di New York, AS, pada 23 Januari 2024. Menlu RI Retno Marsudi terlihat meninggalkan ruangan debat saat pihak Israel berbicara dan menyampaikan pandangannya terkait konflik di Jalur Gaza. 

Retno dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia menolak keras pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang secara terbuka mengatakan tidak akan membiarkan negara Palestina ada. Adapun Netanyahu sebelumnya menegaskan tidak akan membiarkan negara Palestina ada, pada 18 Januari 2024 lalu.

"Indonesia menolak keras pernyataan tersebut. Pernyataan ini tidak dapat diterima. Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia. Akankah Dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut?," katanya, di Debat Terbuka DK PBB. 

Sementara itu, dia menegaskan di dalam Piagam PBB sudah jelas bahwa Resolusi Dewan Keamanan bersifat mengikat dan harus ditegakkan.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY

Kambing dan Domba Jadi Andalan, UGM Genjot Ilmu Ratusan Peternak DIY

Sleman
| Sabtu, 04 April 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement