Menkeu Berganti, Kepala BGN Buka Suara Nasib Anggaran Program MBG
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018)./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA–Dalam 2 minggu ke depan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan akan menggelontorkan belanja besar-besaran.
“Kami masih punya separuh bulan sampai 29 Desember [tutup buku], 2 minggu ke depan ada Rp540 triliun kita akan membayarkan berbagai tagihan-tagihan,” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (15/12/2023).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realiasi belanja negara (APBN) masih harus digenjot hingga akhir tahun, karena baru mencapai Rp2.588,2 triliun per 12 Desember 2023.
Adapun, target awal belanja negara tahun ini di angka Rp3.061 triliun. Sementara melihat kondisi laporan semester I/2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merevisi ke atas target tersebut menjadi Rp3.117,2 triliun.
BACA JUGA: Penyebab Kecelakaan Bus PO Handoyo di Tol Cipali, Ini Kata Polisi
Realisasi hingga pertengahan Desember ini tercatat lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu atau terkontraksi hingga 4,1%. Sementara belanja yang dikeluarkan pemerintah pusat mencapai Rp1.840,4 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp747,8 triliun.
Sri Mulyani menekankan, bahwa rendahnya belanja yang terealisasi bukan karena belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang turun, melainkan dari belanja subsidi BBM di mana harganya lebih rendah dari asumsi makro 2023.
Dalam APBN 2023, asumsi harga minyak mentah Indonesia di angka US$90/barel. Sementara mengutip harga minyak mentah yang ditetapkan Kementerian ESDM per November 2023 di level US$79,63/barel. Belanja non K/L, termasuk di dalamnya belanja subsidi BBM, baru terealisasi 71,8% dari APBN atau di angka Rp894,3 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Isa Rachmatarwata mengakui masih terdapat belanja sekitar Rp500an triliun untuk dua minggu terakhir pada 2023 ini. Salah satunya, pembayaran subsidi dan kompensasi yang lebih dari Rp85 triliun.
BACA JUGA: Tegal Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,5, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
Menurutnya, serapan belanja yang baru 83% ini lazim terjadi pada akhir tahun karena menunggu berbagai proyek selesai untuk melakukan pembayaran.
“Beberapa kontrak memang harus ditunggu sampai kontrak itu selesai dan biasanya di akhir tahun dan baru kemudian termin terkahir dari pembayaran dilakukan. Dari pengalaman sebelumnya, K/Ll rata-rata 95% dalam 3 tahun terakhir. Mudah-mudahan tahun ini lebih baik dan melampui 95%,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendesak seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah agar mendorong realisasi penyerapan anggaran APBN 2023 tercapai di angka 95%.
“Waktunya ini tinggal, berarti tinggal 2 minggu. Agar betul-betul diikuti karena target saya realisasi minimal 95%. Jadi tolong harian ditanyakan ke Dirjen, ditanyakan ke deputi agar target itu tidak meleset,” tuturnya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (11/12/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21