Advertisement
Muhammadiyah Bakal Gelar Dialog Publik untuk Capres-Cawapres di 3 Kampus Ini
Logo Muhammadiyah - ist - wikimedia
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL–PP Muhammadiyah akan menggelar dialog publik dengan mengundang ketiga pasangan calon (paslon) capres-cawapres di tiga lokasi berbeda.
Melalui dialog publik, Muhammadiyah akan memberikan masukan kepada ketiga paslon.
Advertisement
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menjelaskan dialog publik direncanakan digelar pada 21, 22 dan 23 November 2023 di Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk paslon Prabowo-Gibran; Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk paslon Anies-Muhaimin; dan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk paslon Ganjar-Mahfud MD.
Dialog publik akan berlangsung selama dua jam dengan menghadirkan sejumlah panelis yang akan mewakili beberapa bidang. Adapun dialog publik digelar di tiga lokasi karena mempertimbangkan faktor keamanan dan keleluasaan waktu bagi masing-masing paslon.
“Pertimbangan pertama menyangkut kemampuan menyelenggarakan terutama dari sisi keamanan. Kalau di satu tempat khawatir tidak bisa menjaga keamanan karena massa yang tidak bisa kami perkirakan kehadiranya,” ujarnya dalam konferensi pers di Kampus IV UAD, Bantul, Jumat (17/11/2023).
Melalui dialog publik tersebut diharapkan masyarakat dapat mencermati program yang ditawarkan setiap paslon. “Kita tidak hanya memberikan penilaian terhadap program yang ditawarkan, tetapi juga memberikan masukan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Anies-Muhaimin Siap Hadiri Uji Publik Bersama PP Muhammadiyah
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Astuti Nur Rochimah, menuturkan dalam dialog publik tersebut, ‘Aisyiyah akan memberi masukan terkait dengan kebutuhan perempuan dan anak. “Misalnya bagaimana mendorong partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan belum dimantion secara khusus di dalam visi dan misi,” katanya.
Dalam dokumen visi-misi ketiga paslon juga menurutnya belum mengakomodasi kebijakan untuk kaum remaja dan milenial. “Tidak disebutkan melihat kelompok remaja sebagai agen yang sangat penting dalam kebijakan pembangunan kedepan,” ungkapnya.
Di samping itu, lansia juga belum dimunculkan dalam dokumen visi-misi ketiga paslon. Padahal, demografi Indonesia kedepan menunjukkan jumlah lansia yang bertambah banyak. “Ini mungkin beberapa poin yang ingin kita sampaikan, semoga bisa menjadi masukan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Van Gastel: PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
Advertisement
Advertisement






