Advertisement
KISAH INSPIRATIF: Perempuan Ini Mengikuti Wisuda di Usia 76 Tahun

Advertisement
Harianjogja.com, KARANGANYAR–Menempuh pendidikan tidak kenal usia. Selagi ada kemauan dan kerja keras, semua mungkin terjadi. Setidaknya inilah yang dirasakan Marijem dan kawan-kawan. Usia lanjut tidak menghentikan langkah mereka untuk belajar dan akhirnya diwisuda.
Mengenakan baju toga, Marijem, berjalan menuju ke panggung untuk mengikuti prosesi sibak tali dalam wisuda yang akan dijalaninya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (20/10/2023).
Advertisement
Dibantu petugas, tali toga wanita sepuh 78 tahun ini pun kemudian disibakkan, diberi map, dan diberi gulungan seperti layaknya prosesi wisuda lulusan sekolah atau perguruan tinggi.
Namun warga Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar ini bukan diwisuda karena lulus sarjana atau bahkan magister. Marijem ini lulusan Sekolah Lansia Puh Mulya yang ada di Desa Bandardawung. Siang itu ia diwisuda bersama 136 warga lanjut usia (lansia) lain koleganya.
Seusai diwisuda, raut wajah Marijem yang diwarnai kerutan itu pun terlihat sangat gembira. Meski tidak memperoleh gelar akademik, ia tetap merasa senang telah menyelesaikan “pendidikan” yang ia tempuh sejak Agustus 2022.
“Saya senang sekali karena dulu waktu kecil saya tidak sekolah,” ujar Marijem.
Baca Juga: KISAH INSPIRATIF : Pesan Toleransi dari Jeruksari
Yang penting baginya adalah bisa bertemu dengan teman-temannya sesama lansia. “Sing penting seneng bisa rutin ketemu kanca-kanca (yang penting senang bisa rutin bertemu teman-teman),” imbuh Marijem yang mengaku sudah berkurang pendengarannya itu.
Salah satu wisudawan lainnya yang sama-sama punya nama Marijem, 70, juga mengaku sangat senang kini ia bisa bersekolah. “Dulu saya hanya sekolah sampai kelas III SD. Waktu itu saya disuruh menikah oleh orang tua. Ya sudah, kalau sudah menikah ya sekolahnya bubar [tidak berlanjut],” ujarnya.
Di sekolah lansia ini, meskipun tidak mendapat pelajaran seperti pelajar SD atau SMP, ia tetap merasa sangat bahagia. “Di sekolah lansia kami tidak seperti murid sekolah SD. Kami ya olahraga bersama, makan bersama, menyanyi, sama mendengarkan ceramah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Puh Mulya, Suyatno, mengatakan sekolah nonformal tersebut dimulai sekitar bulan Agustus 2022. Sejak dibuka, animo masyarakat lansia sangat tinggi, sehingga pesertanya saat ini 137 orang.“Juli 2022 dimulai dengan pengisian formulir oleh wali murid. Nah, wali muridnya ini adalah anak, cucu, atau kerabat lansianya. Lalu Agustus 2022 kami mulai,” ujarnya di sela-sela wisuda.
Baca Juga: KISAH INSPIRATIF : Ary Krisnawati, Sang Dokter Tanpa Gelar
Ia menjelaskan para siswa ini masuk sekolah dua kali dalam sebulan. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa menyenangkan.
Sekolah Lansia Puh Mulya ini merupakan satu-satunya di Kabupaten Karanganyar. Ia berharap sekolah yang kini ada dua kelas tersebut dapat berlanjut dan terus berkembang agar lebih banyak lansia di desa tersebut yang menjadi peserta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Karanganyar, Agam Bintoro, mengatakan sekolah tersebut bertujuan antara lain meningkatkan pengetahuan lansia untuk bagaimana menua dengan sehat. Mereka juga diberi pengetahuan fisik dan mental, ekonomi, dan lingkungan yang mendukung kehidupan lansia.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang turut hadir dalam prosesi wisuda tersebut mengatakan konsep pendidikan yang diterapkan di Sekolah Lansia Puh Mulya ini merupakan pendidikan sepanjang hayat.
“Jadi tidak ada batas waktu dalam menimba ilmu. Lewat sekolah ini meskipun sudah lansia, mereka tetap belajar meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Bupati
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Balon Udara Liar di Wonosobo Meresahkan, Polisi Temukan Tanpa Pengikat di Tiga Lokasi
- Sejumlah Kepala Negara Ucapkan Selamat Idulfitri kepada Presiden Prabowo
- Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
- Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Wafat, Presiden Melayat ke Katedral Jakarta
- Arus Balik, 16.700 Orang Telah Tiba di Stasiun Gambir
Advertisement

Libur Lebaran, Pantai Glagah Kulonprogo Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dompet Milik Penumpang Tertinggal di Gerbong Kereta Api Pangandaran, Berhasil Ditemukan Polsuska
- Pemerintah Klaim IKN Dikunjungi 12.900 Wisatawan dalam Sehari Saat Libur Lebaran 2025
- Aktivitas Kegempaan Gunung Gede Meningkat, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
- Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan 32 Persen, Jadi Ancaman Serius Sektor Perdagangan Indonesia
- Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
- Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan dan Berawan
- Bansos PKH Tahap Kedua dan BNPT April Kapan Cair? Simak Status dan Cara Mencairkannya
Advertisement
Advertisement