Advertisement

Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi Apresiasi Putusan MK

Media Digital
Selasa, 17 Oktober 2023 - 10:37 WIB
Sunartono
Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi Apresiasi Putusan MK Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi Apresiasi Putusan MK

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal batas usia capres-cawapres yang kemudian seolah menjadi akhir perjuangan reformasi atau akhir sebuah upaya penjagaan marwah penegakan hukum di negeri yang disikapi sangat reaksioner berbagai pihak. Meski demikian jaringan Relawan Alap Alap Jokowi lebih melihat dari sisi berbeda.

"Kami bukanlah pakar hukum, elite politik, aktivis reformasi atau pegiat budaya. Kami hanya kelompok yang berhimpun dari berbagai latar belakang masyarakat dan juga pekerjaan. Lebih banyak kami hanya Wong Ndeso dan Wong Pinggiran. Tetapi kami melihat justru sebaliknya atas Putusan MKtersebut. Kami melihat justru ini sebuah terobosan hukum yang luar biasa visioner dan bakal menjawab tantang perubahan dunia yang tidak lagi sistemik tetapi sudah pada tahap lompatan-lompatan," kata Ketua Umum Alap Alap Jokowi Muhammad Isnaini, Selasa (17/10/2023).

Advertisement

Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa dunia sekarang ini tidak sedang baik-baik saja. Situasi perang, perubahan iklim, krisis pangan jangan pernah dianggap sepele jika bangsa ini tidak memiliki basis ketahanan kuat. Di forum internasional, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dunia bergerak seperti tanpa nahkoda. Sementara Indonesia merupakan negara besar dengan keterjangkauan antar wilayahnya, membutuhkan sebuah peradaban mumpuni.

BACA JUGA : Relawan Projo Resmi Dukung Prabowo

Menurutnya, jangan pernah mimpi bahwa jika tidak ada upaya luar biasa, tidak pernah ada pemikiran quantum, Indonesia akan menjadi negara maju. Seluruh kekayaan alam berlimpah dalam 15 tahun ke depan hanya akan dinikmati negara-negara super. Bangsa ini menurutnya akan terus dijadikan sapi perahan sementara di sisi kehidupan rakyat, tak bergeming dari utak-atik garis kemiskinan.

"Jangan pernah berandai-anda, jika Nahkoda Kapal Besar ini tak tahu harus berbuat apa saat kapal mulai miring menghantam karang sementara ombak dahsyat dengan cepat menuju buritan itulah mengapa, kami sangat apresiasi Putusan MK," ujarnya.

Anak-anak muda diberikan kesempatan berkompetisi meraih mimpi dan prestasi. Tidak berhenti pada keahlian terbatas. Tetapi diberi ruang menjadi Seorang Nahkoda dengan prakondisi yang mesti dilewati. Prakondisi ini sendiri sebenarnya juga sebuah kompetisi karena meski usia muda jika tidak memiliki kompetensi, jangan pernah mimpi memimpin negeri. Kompetisi, mimpi dan prestasi saat ini menjadi dunia anak-anak muda sehingga sebuah kemajuan dapat diraih.

"Dan apakah ini mau dibatasi atas nama penjagaan penegakan marwah konstitusi? Atas nama mengawal reformasi? Dan atas namarakyat? Rakyat yang mana," katanya

"UUD 45 saja bisa di-amandemen lho. Kami sama sekali tidak tertarik atas narasi-narasi yang bagi kami memperkeruh situasi. Apalagi melakukan aksi-aksi jalanan yang bagi kami, jauh dari semangat heroik reformasi. Kecuali hanya akan mengganggu aktivitas masyarakat serta mengundang umpatan pengguna jalan," ujarnya

Ia mengatakan negara tetangga sudah melangkah pada tahap inovasi pencapaian teknologi pangan, rekayasa iklim, robotic & science. Sementara bangsa yang besar ini lebih asyik dengan permainan bermutu rendah. Ia sangat menyayangkan, media tv nasional yang semestinya membawa misi mulia, hampir semua memberikan porsi berlebih terhadap silang sengketa soal Putusan MK. Kewajiban moral menyuguhkan informasi inspiratif dan mendidik, dikalahkan dengan selebritas panggung politisi dan pengamat.

BACA JUGA : Konsolidasi Relawan Alap Alap, Jokowi: Saya Senang

Semangat reformasi baginya adalah adu ide, adu kecerdasan mensikapi tantangan dan tuntutan perubahan cepat zaman. Kita akan sangat tertinggal jika terus-menerus mengurusi syahwat politik kekuasaan. Ingat, Bumi Pertiwi saat ini ditinggali tak kurang 287 juta jiwa Rakyat Indonesia.

Ia khawatir jika budaya adu argumen dengan mengatasnamakan semangat reformasi, semangat penegakan marwah hukum atau semangat menegakkan petisi ABC akan mengebiri semangat intelektual anak-anak muda bangsa ini.

"Jangan jadikan bangsa ini hujan batu di negeri sendiri. Jangan jadikan PSSI hanya bisa menang di kandang sendiri. Kami, Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi akan berjalan beriringan dengan anak-anak muda, calon-calon Nahkoda Bangsa," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement