Advertisement
Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi Apresiasi Putusan MK
Jaringan Relawan Alap Alap Jokowi Apresiasi Putusan MK
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal batas usia capres-cawapres yang kemudian seolah menjadi akhir perjuangan reformasi atau akhir sebuah upaya penjagaan marwah penegakan hukum di negeri yang disikapi sangat reaksioner berbagai pihak. Meski demikian jaringan Relawan Alap Alap Jokowi lebih melihat dari sisi berbeda.
"Kami bukanlah pakar hukum, elite politik, aktivis reformasi atau pegiat budaya. Kami hanya kelompok yang berhimpun dari berbagai latar belakang masyarakat dan juga pekerjaan. Lebih banyak kami hanya Wong Ndeso dan Wong Pinggiran. Tetapi kami melihat justru sebaliknya atas Putusan MKtersebut. Kami melihat justru ini sebuah terobosan hukum yang luar biasa visioner dan bakal menjawab tantang perubahan dunia yang tidak lagi sistemik tetapi sudah pada tahap lompatan-lompatan," kata Ketua Umum Alap Alap Jokowi Muhammad Isnaini, Selasa (17/10/2023).
Advertisement
Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa dunia sekarang ini tidak sedang baik-baik saja. Situasi perang, perubahan iklim, krisis pangan jangan pernah dianggap sepele jika bangsa ini tidak memiliki basis ketahanan kuat. Di forum internasional, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dunia bergerak seperti tanpa nahkoda. Sementara Indonesia merupakan negara besar dengan keterjangkauan antar wilayahnya, membutuhkan sebuah peradaban mumpuni.
BACA JUGA : Relawan Projo Resmi Dukung Prabowo
Menurutnya, jangan pernah mimpi bahwa jika tidak ada upaya luar biasa, tidak pernah ada pemikiran quantum, Indonesia akan menjadi negara maju. Seluruh kekayaan alam berlimpah dalam 15 tahun ke depan hanya akan dinikmati negara-negara super. Bangsa ini menurutnya akan terus dijadikan sapi perahan sementara di sisi kehidupan rakyat, tak bergeming dari utak-atik garis kemiskinan.
"Jangan pernah berandai-anda, jika Nahkoda Kapal Besar ini tak tahu harus berbuat apa saat kapal mulai miring menghantam karang sementara ombak dahsyat dengan cepat menuju buritan itulah mengapa, kami sangat apresiasi Putusan MK," ujarnya.
Anak-anak muda diberikan kesempatan berkompetisi meraih mimpi dan prestasi. Tidak berhenti pada keahlian terbatas. Tetapi diberi ruang menjadi Seorang Nahkoda dengan prakondisi yang mesti dilewati. Prakondisi ini sendiri sebenarnya juga sebuah kompetisi karena meski usia muda jika tidak memiliki kompetensi, jangan pernah mimpi memimpin negeri. Kompetisi, mimpi dan prestasi saat ini menjadi dunia anak-anak muda sehingga sebuah kemajuan dapat diraih.
"Dan apakah ini mau dibatasi atas nama penjagaan penegakan marwah konstitusi? Atas nama mengawal reformasi? Dan atas namarakyat? Rakyat yang mana," katanya
"UUD 45 saja bisa di-amandemen lho. Kami sama sekali tidak tertarik atas narasi-narasi yang bagi kami memperkeruh situasi. Apalagi melakukan aksi-aksi jalanan yang bagi kami, jauh dari semangat heroik reformasi. Kecuali hanya akan mengganggu aktivitas masyarakat serta mengundang umpatan pengguna jalan," ujarnya
Ia mengatakan negara tetangga sudah melangkah pada tahap inovasi pencapaian teknologi pangan, rekayasa iklim, robotic & science. Sementara bangsa yang besar ini lebih asyik dengan permainan bermutu rendah. Ia sangat menyayangkan, media tv nasional yang semestinya membawa misi mulia, hampir semua memberikan porsi berlebih terhadap silang sengketa soal Putusan MK. Kewajiban moral menyuguhkan informasi inspiratif dan mendidik, dikalahkan dengan selebritas panggung politisi dan pengamat.
BACA JUGA : Konsolidasi Relawan Alap Alap, Jokowi: Saya Senang
Semangat reformasi baginya adalah adu ide, adu kecerdasan mensikapi tantangan dan tuntutan perubahan cepat zaman. Kita akan sangat tertinggal jika terus-menerus mengurusi syahwat politik kekuasaan. Ingat, Bumi Pertiwi saat ini ditinggali tak kurang 287 juta jiwa Rakyat Indonesia.
Ia khawatir jika budaya adu argumen dengan mengatasnamakan semangat reformasi, semangat penegakan marwah hukum atau semangat menegakkan petisi ABC akan mengebiri semangat intelektual anak-anak muda bangsa ini.
"Jangan jadikan bangsa ini hujan batu di negeri sendiri. Jangan jadikan PSSI hanya bisa menang di kandang sendiri. Kami, Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi akan berjalan beriringan dengan anak-anak muda, calon-calon Nahkoda Bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








