BEDAH BUKU Pemikiran Gus Dur Tetap Relevan di Tengah Masyarakat
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
EIGER menggelar Mountain & Jungle Course (MJC) di Gunung Merbabu./Istimewa
JOGJA—Perjalanan ekspedisi menyusuri bentang alam gunung dan hutan Indonesia yang begitu luas membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari perlengkapan dan perbekalan, perencanaan perjalanan, navigasi darat, pertolongan medis pada keadaan gawat darurat, hingga urusan bertahan hidup jika terjadi hal-hal tak terencana di alam terbuka.
Eiger Adventure (EIGER) sebagai brand penyedia perlengkapan luar ruang memiliki agenda tahunan bertajuk EIGER Mountain & Jungle Course (MJC).
Kelas dasar untuk penjelajahan gunung dan hutan ini telah memasuki tahun ke-16 penyelenggarannya. Kali ini berlokasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
General Manager Marketing EIGER, Jason Edward Wuysang menyampaikan sejak pandemi berakhir, terjadi peningkatan aktivitas masyarakat Indonesia untuk berkegiatan di alam bebas. EIGER pun membantu pengguna produk EIGER agar tetap aman dan nyaman menjelajahi Indonesia.
“Agenda tahunan MJC 2023, EIGER mengajak siapapun untuk keluar dari zona nyamannya. Mempelajari pengetahuan dan keterampilan sikap hidup di alam terbuka, mengasah kemampuan tanpa mengabaikan alam, mengenal dan menjaga keindahan alam Indonesia,” kata Jason melalui rilis, Minggu (24/9/2023).
BACA JUGA: Sejarah Eiger Adventure, Berawal dari 2 Mesin Jahit Kini Produksi 6 Juta Produk per Tahun
Rangkaian acara MJC 2023 akan berlangsung selama delapan hari, mulai Minggu hingga Minggu (1/10/2023). Momen ini mempertemukan puluhan pegiat alam bebas dari seluruh Indonesia.
Penanggung Jawab EIGER MJC 2023, Galih Donikara mengatakan peserta berasal dari Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Dari total 879 peserta yang mendaftar telah disaring menjadi 80 peserta terpilih, termasuk jurnalis, juga influencer social media yang khusus diundang untuk mengasah keterampilan penjelajahan di alam bebas.
“Tujuan dari acara ini, puluhan peserta akan mendapatkan berbagai materi dan pelatihan tentang merancang suatu ekspedisi dan petualangan di alam terbuka. Materinya berupa manajemen perlengkapan dan perbekalan, zero waste adventure, dokumentasi ekspedisi, membangun jaringan komunikasi, navigasi darat, penanganan medis kala darurat, sampai urusan survival,” kata Galih.
Setelah materi di kelas selama empat hari, pada hari ke-lima sampai hari ke-tujuh, peserta akan melakukan pergerakan ekspedisi sesungguhnya menuju ke Puncak Gunung Merbabu.
Dibagi ke dalam empat tim berbeda yang akan mendaki melalui empat jalur pendakian Gunung Merbabu, yakni Jalur Wekas, Jalur Thekelan, Jalur Suwanting, dan Jalur Selo. Seluruh proses pendakian akan menerapkan pengetahuan ekspedisi yang telah dipelajari sebelumnya di dalam kelas.
“Kombinasi antara berbagai materi ekspedisi, simulasi sampai pergerakan ekspedisi menuju puncak Merbabu diharapkan membawa pengalaman berharga bagi peserta. Ilmu dan pengalamannya pun dapat disebarkan ke kawan-kawan petualang lain. Semoga setiap ekspedisi yang dijalankan tetap aman dan nyaman, tanpa mengabaikan alam, apalagi merusak alam,” tambah Galih.
Pertemuan keempat tim di Puncak Merbabu akan ditutup dengan pengibaran bendera Merah Putih di Puncak Syarif Gunung Merbabu. Setalah itu, tim akan turun kembali ke basecamp.
“Hari terakhir pada Minggu [1/10/2023] peserta akan melakukan penyusunan laporan ekspedisi, evaluasi dan upacara penutupan, lalu kembali ke kota masing-masing."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.