Buruh Bakal Demo di 38 Provinsi, Tuntut UMP 2027 Naik 7,5 Persen
KSPI dan Partai Buruh akan menggelar demo di 38 provinsi pada 15–30 Oktober 2026, menuntut UMP 2027 naik 7,5%–9,5%.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 di Jakarta, Rabu (16/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan anggaran jumbo pada sejumlah sektor untuk mendukung pembangunan Indonesia menjelang akhir masa pemerintahannya pada 2024.
Jokowi menyampaikan untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang, kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Strategi jangka pendek difokuskan untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, pengendalian inflasi, dan peningkatan investasi,” ujarnya saat membacakan RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di DPR, Rabu (16/8/2023).
BACA JUGA : Tahun Depan Anggaran Kesehatan Rp186 Triliun Fokus untuk Mengatasi Stunting
Mengacu Buku II Nota Keuangan RAPBN 2024, ada tiga sektor yang memiliki anggaran cukup besar dalam mendukung program Jokowi. Belanja negara dalam RAPBN 2024 secara keseluruhan dirancang mencapai Rp3.304,1 triliun. Meningkat Rp180,4 triliun dari outlook total belanja negara 2023 yang senilai Rp3.123,7 triliun.
Anggaran paling besar adalah anggaran pendidikan yang mencapai Rp660,8 triliun, naik Rp108,7 triliun dari outlook APBN 2023. Anggaran tersebut mencakup 20 persen dari total belanja negara.
Adapun, anggaran Rp660,8 triliun dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat (BPP), transfer ke daerah (TKD), dan investasi pemerintah pada pos pembiayaan.
Pemanfaatan anggaran pendidikan akan terus diarahkan untuk mendukung kebijakan yang ditujukan untuk merespons berbagai tantangan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Maju 2045.
Kemudian, anggaran terbesar kedua dalam RAPBN 2024, yaitu perlindungan sosial (perlinsos) yang mencapai Rp493,5 triliun. Pada outlook APBN 2023, anggaran perlinsos diperkirakan mencapai Rp439,1 triliun. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari Rp60 triliun.
Salah satu fokus dari anggaran perlinsos, yaitu dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mendekati 0 persen pada 2024. Selain itu, juga mengakselerasi penurunan prevalensi stunting menuju 14 persen.
Lebih lanjut, infrastruktur memiliki anggaran terbesar ketiga dalam postur RAPBN 2024 yang mencapai Rp422,7 persen, tumbuh 5,8 persen bila dibandingkan pos tahun ini.
Anggaran pendidikan dan infrastruktur tercatat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Secara kumulatif, total anggarann ketiga sektor tersebut mencapai Rp1.577 triliun atau 47,73 persen dari total belanja negara pada 2024 mendatang.
| Anggaran | APBN 2023 | Outlook 2023 | RAPBN 2024 |
|---|---|---|---|
| Pendidikan | Rp612,2 | Rp552,1 | Rp660,8 |
| Perlindungan Sosial | Rp476 | Rp439,1 | Rp493,5 |
| Infrastruktur | Rp392,1 | Rp399,6 | Rp422,7 |
Sumber Buku II Nota Keuangan RAPBN 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KSPI dan Partai Buruh akan menggelar demo di 38 provinsi pada 15–30 Oktober 2026, menuntut UMP 2027 naik 7,5%–9,5%.
Sebanyak 11 wakil Indonesia bertanding pada babak 32 besar Korea Open 2026, Rabu (4/11). Alwi Farhan dan Anthony Ginting siap beraksi.
PSG memimpin klasemen Liga Champions dengan 12 poin setelah menang 6-0 atas Villarreal. Barcelona di posisi kedua, sedangkan Bayern naik ke urutan kedelapan.
Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret Listyo Sigit menjadi sorotan media Singapura dan Malaysia.
Jadwal Liga Champions 5 November 2026 menghadirkan sembilan pertandingan. Real Madrid, Liverpool, Arsenal, dan Manchester City akan berlaga.
Pemkab Bantul menyiapkan sejumlah program prioritas dengan anggaran ratusan miliar rupiah untuk menekan angka kemiskinan menjadi 9,02%-9,32% pada 2027.