Penumpang Pesawat Domestik Anjlok pada April 2026, Ini Penyebabnya
BPS mencatat penumpang pesawat domestik turun 18,72% pada April 2026. Kereta api justru tumbuh positif.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 di Jakarta, Rabu (16/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan anggaran jumbo pada sejumlah sektor untuk mendukung pembangunan Indonesia menjelang akhir masa pemerintahannya pada 2024.
Jokowi menyampaikan untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang, kebijakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Strategi jangka pendek difokuskan untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, pengendalian inflasi, dan peningkatan investasi,” ujarnya saat membacakan RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di DPR, Rabu (16/8/2023).
BACA JUGA : Tahun Depan Anggaran Kesehatan Rp186 Triliun Fokus untuk Mengatasi Stunting
Mengacu Buku II Nota Keuangan RAPBN 2024, ada tiga sektor yang memiliki anggaran cukup besar dalam mendukung program Jokowi. Belanja negara dalam RAPBN 2024 secara keseluruhan dirancang mencapai Rp3.304,1 triliun. Meningkat Rp180,4 triliun dari outlook total belanja negara 2023 yang senilai Rp3.123,7 triliun.
Anggaran paling besar adalah anggaran pendidikan yang mencapai Rp660,8 triliun, naik Rp108,7 triliun dari outlook APBN 2023. Anggaran tersebut mencakup 20 persen dari total belanja negara.
Adapun, anggaran Rp660,8 triliun dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat (BPP), transfer ke daerah (TKD), dan investasi pemerintah pada pos pembiayaan.
Pemanfaatan anggaran pendidikan akan terus diarahkan untuk mendukung kebijakan yang ditujukan untuk merespons berbagai tantangan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Maju 2045.
Kemudian, anggaran terbesar kedua dalam RAPBN 2024, yaitu perlindungan sosial (perlinsos) yang mencapai Rp493,5 triliun. Pada outlook APBN 2023, anggaran perlinsos diperkirakan mencapai Rp439,1 triliun. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari Rp60 triliun.
Salah satu fokus dari anggaran perlinsos, yaitu dalam penurunan angka kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mendekati 0 persen pada 2024. Selain itu, juga mengakselerasi penurunan prevalensi stunting menuju 14 persen.
Lebih lanjut, infrastruktur memiliki anggaran terbesar ketiga dalam postur RAPBN 2024 yang mencapai Rp422,7 persen, tumbuh 5,8 persen bila dibandingkan pos tahun ini.
Anggaran pendidikan dan infrastruktur tercatat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Secara kumulatif, total anggarann ketiga sektor tersebut mencapai Rp1.577 triliun atau 47,73 persen dari total belanja negara pada 2024 mendatang.
| Anggaran | APBN 2023 | Outlook 2023 | RAPBN 2024 |
|---|---|---|---|
| Pendidikan | Rp612,2 | Rp552,1 | Rp660,8 |
| Perlindungan Sosial | Rp476 | Rp439,1 | Rp493,5 |
| Infrastruktur | Rp392,1 | Rp399,6 | Rp422,7 |
Sumber Buku II Nota Keuangan RAPBN 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPS mencatat penumpang pesawat domestik turun 18,72% pada April 2026. Kereta api justru tumbuh positif.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.