Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng Terus Membaik, Nilainya Melampaui
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Ganjar Pranowo/Ist
JAKARTA—Besarnya peluang kerja di dunia digital ternyata belum bisa diterima oleh kalangan masyarakat di Indonesia khususnya generasi tua. Banyak orang tua yang tak mendukung anak mereka bergelut di dunia digital, karena dianggap tak menjanjikan.
Itulah isi curhatan anak-anak muda Jakarta saat bertemu Ganjar Pranowo di acara Young On Top National Conference (YOTNC) 2023 di The Kasablanka Hotel Jakarta, Sabtu (15/7/2023). Ganjar diundang menjadi pembicara bersama pembicara top lainnya, di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Kadin dan sederet pembicara top lainnya seperti Cinta Laura, Nabila JKT48, Herman CEO Tokopedia dan lainya.
"Pak Ganjar, gimana sih pak cara mengubah stigma orang tua yang anaknya pengen bekerja di dunia digital? Kami ini kan banyak yang suka rebahan, main game, jadi youtuber, tiktokers, jadi selebgram dan lainnya," kata Edozel, salah satu Gen Z yang hadir dalam acara itu, seperti dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (16/7/2023).
Selama ini banyak orang tua yang tidak mendukung aktivitas itu. Banyak orang tua yang masih memandang remeh pekerjaan anak muda di dunia digital.
"Padahal kan hasilnya banyak juga kan pak," ucapnya.
Baca juga: Seorang Mahasiswa Jogja Hilang Sejak 11 Juli, Sempat Memesan Nasi Lauk dan Buru-buru Pergi
Ganjar dengan santai menjawab pertanyaan itu. Menurutnya, hal yang wajar jika orang tua masih berpikir konvensional dan mengarahkan anaknya untuk bekerja di pekerjaan yang konvensional pula.
"Pernah saya di acara sekolah, ada anak-anak yang cita-citanya jadi youtuber. Saya tanya ke orang tuanya, dia nggak setuju, maunya anaknya jadi PNS. Tapi ketika saya kasih tahu penghasilan youtuber sukses bisa ratusan juta, dia langsung setuju," ucapnya.
Jadi, Ganjar memberikan tips pada anak muda di Indonesia yang ingin konsen bekerja di dunia digital. Hal yang harus dilakukan anak muda untuk meyakinkan orang tua adalah dengan memberikan bukti.
"Yakinkan orang tua bahwa kalian benar-benar serius menekuni bisnis itu. Buktikan kalau pekerjaan itu adalah yang terbaik dan kalian bisa mendapatkan hasil optimal," ucapnya.
Ganjar yakin dengan pembuktian, maka orang tua akan memberikan dukungan. Namun jika ada orang tua yang masih kolot, Ganjar menitipkan pesan yang dapat anak-anak muda itu sampaikan pada orang tua mereka.
"Bapak, Ibu, bangun. Dunia sudah berubah. Biarkan anakmu bekerja sesuai zaman dan passionnya," pungkasnya sambil disambut tepuk tangan meriah ribuan anak muda yang hadir di sana. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata