Advertisement
CIA Buka Suara Terkait Dugaan AS Jadi Dalang Pemberontakan Wagner
Kepala milisi Rusia Wagner Yevgeny Prigozhin mengklaim para pejuangnya telah mengambil alih fasilitas militer di kota Rusia yang kritis dan strategis. Pejuang kelompok tentara bayaran swasta Wagner berjaga di jalan dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov/on/Don, Rusia, 24 Juni 2023. REUTERS / Stringer
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Amerika Serikat dituduh menjadi dalang dan biang kerok pemberotakan yang dilakukan oleh tentara bayaran Wagner kepada pemerintahan Rusia pada akhir Juni 2023 kemarin.
BACA JUGA: Kronologi Pimpinan Wagner Lakukan Pemberontakan
Advertisement
Dugaan ini muncul karena Wagner semula adalah kelompok tentara kesayangan dan kebangaan Vladimir Putin.
Tapi entah mengapa, Wagner memutuskan melakukan pemberontakan dengan mengepung Moscow. Tentara bayaran Wagner memang dikenal berkonflik dengan tentara resmi Rusia di medan perang.
Amunisi senjata dan ketersediaan makanan menjadi dua di antara banyak hal yang membuat kedua kelompok militer Rusia ini bersitegang.
Akan tetapi seharusnya, ketegangan yang terjadi di medan perang tak lantas menimbulkan pemberontakan yang pada akhirnya berujung gagal. Latar belakang inilah yang membuat beberapa pihak curiga ada tangan jahil AS dalam manuver yang dilakukan Wagner.
Tapi dilansir dari Shafaq News, Direktur CIA William Burns membantah keterlibatan Amerika Serikat dalam pemberontakan kelompok militer Rusia "Wagner" baru-baru ini.
Burns menegaskan bahwa pemberontakan yang dipimpin oleh komandan Wagner Yevgeny Prigozhin murni masalah internal Rusia.
Selain itu, Burns menggambarkan tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina sebagai "kegagalan strategis" bagi Rusia.
Dia menekankan bahwa pemberontakan di dalam Wagner adalah pengingat yang gamblang akan efek merugikan dari kebijakan Putin terhadap masyarakat Rusia dan sistem politiknya.
Menyusul insiden tersebut, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Burns secara pribadi menghubungi Sergei Naryshkin, direktur intelijen Rusia, untuk menyampaikan pesan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam kekacauan internal yang disaksikan di Rusia selama pemberontakan.
Panggilan telepon antara Burns dan Naryshkin menandai tingkat kontak tertinggi antara pemerintah AS dan Rusia sejak percobaan pemberontakan terjadi.
Menanggapi pemberontakan Grup Wagner, Presiden AS Joe Biden juga membuat pernyataan seolah tak mau dikait-kaitkan dengan pemberontakan yang terjadi di Rusia akhir Juni llai.
Dia mencirikan pemberontakan sebagai manifestasi dari konflik internal dalam sistem Rusia dan menekankan pentingnya mengakui fokus gigih Putin dalam mengendalikan Ukraina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Belum Menerapkan WFA Usai Libur Lebaran
- Sejumlah Destinasi Favorit di Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Open House, Bupati Sleman Hadirkan Pelaku UMKM
- Masyarakat Diimbau Manfaatkan WFA demi Hindari Puncak Arus Balik
- Malioboro Masih Jadi Magnet Wisata ke Jogja
- Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Advertisement







