Advertisement
Penyebab Jemaah Haji Terjebak di Muzdalifah, Belum Dapat Makanan hingga Pingsan
Jemaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi membenarkan bahwa sejak tadi pagi sampai menjelang siang banyak jamaah haji Indonesia terlantar di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi.
Menurut dia, hal tersebut disebabkan oleh dua faktor. Pertama, cuaca yang sangat ekstrem dan panas. Kemudian yang kedua, keterlambatan evakuasi jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina.
Advertisement
"Alhamdulillah sampai pukul 13.30 waktu Arab Saudi, seluruh jamaah yang ada di Muzdalifah sudah di evakuasi ke Mina. Walaupun tadi, sempat ada dua orang jamaah yang pingsan saat lagi menunggu ambulans," ujar Ashabul dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
"Keterlambatan ini diakibatkan karena terjadinya kemacetan yang sangat luar biasa, sehingga jamaah yang mengangkut dari Muzdalifah ke Mina untuk kembali lagi mengambil jamaah mengalami hambatan kemacetan yang luar biasa," tambahnya.
Lebih lanjut, Ashabul mengungkapkan tidak ada pasokan makanan dan minuman di Muzdalifah. Sebab, itu hanya untuk tempat perhentian sementara.
"Tetapi kemarin kami dari DPR sudah menyampaikan ke pihak kementerian agama agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya darurat situasi di Muzdalifah. Tetapi ya, mungkin karena faktor mobilitas lalu lintas yang sangat padat, sehingga drop in minuman dan makanan itu agak terlambat," jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid menjelaskan soal tak adanya pasokan makanan dan minuman di Muzdalifah, karena hanya melintas satu setengah malam.
"Kami bekali jamaah itu konsumsi ketika masih di Arafah. Jadi membawa bekalnya itu dari Arafah. Sehingga jamaah itu sudah membawa bekal masing-masing dari Arafah menuju ke Muzdalifah. Nah hari ini memang ada keterlambatan angkutan di Muzdalifah yang mestinya pagi-pagi jamaah itu sudah berada di Mina dan langsung diberikan sarapan di Mina," kata Subhan.
Subhan juga tidak menampik mengenai tidak dipersiapkannya konsumsi di Muzdalifah. "Jadi, kami sudah minta maksimal untuk memberikan konsumsi dan sarapan pagi di Muzdalifah. Tapi karena aktifitas lalu lintas terlampau padat, sehingga terjadi keterlambatan-keterlambatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Musda Molor, Perebutan Ketua Golkar Gunungkidul Memanas
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Gunungkidul Catat Surplus Beras 116 Ribu Ton di 2025
- Hari Ke-10, Jenazah WNA Spanyol Korban Kapal Tenggelam Ditemukan
- Malut United Unggul 3-0 atas PSBS Biak di Stadion Kie Raha
- Viral di Medsos, Kasus Pencurian Celana Dalam Wanita di Bantul Selesai
- Jalan di Padukuhan Wunut Bantul yang Sempat Putus Kembali Tersambung
- Derbi Catalunya Milik Barca, Flick Puas Tapi Tetap Soroti Evaluasi
- AS Akui Operasi Absolute Resolve Venezuela Direncanakan Berbulan-bulan
Advertisement
Advertisement



