Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, Terbanyak di Bea Cukai
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai seluruh Indonesia akan berkumpul di Jakarta untuk melakukan aksi.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan, aksi tersebut dilakukan untuk menganggapi Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No. Perkara 487 K/TUN/2022.
Sekadar informasi, putusan kasasi MA itu menegaskan kepengurusan Partai Demokrat yang sah merupakan pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Meski demikian, Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun mengajukan PK atas putusan MA itu pada Maret lalu.
Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi putusan MA atas PK Moeldoko cs maka Partai Demokrat akan melakukan aksi. Menurut Hinca, jika PK Moeldoko dikabulkan MA maka akan jadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia.
"Kasus partai demokrat ini orang luar, Pak Moeldoko itu sebagai KSP, dan itu negara, dan kalau ini dibiarkan berbahaya bagi demokrasi. Nah kalau hari ini demokrat digitukan bisa saja partai-partai lain besok atau lusa," jelas Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2023).
BACA JUGA: Tak Bisa Daftar PPDB, Ratusan Orang Tua Datangi Kantor Disdikpora Jogja
SBY, lanjutnya, sebagai presiden Indonesia dua periode tak ingin demokrasi Indonesia mundur. Dia pun bersedia 'turun gunung' bersama dengan kader partainya yang lain untuk melakukan aksi.
"Oleh karena itu karena masyarakatnya Demokrat meminta partai secara serius untuk fokus di sini, tentu sebagai ketua majelis tinggi partai dan senior yang kami hormati, dia [SBY] akan bersedia turun bersama-sama dengan kami-kami yang di bawah ini," ungkap Hinca.
Lebih lanjut, Hinca menjelaskan bentuk aksi tersebut belum dapat dipasti. Dia hanya memberi gambar, mereka bisa melakukan aksi damai atau sekadar berkumpul di suatu tempat untuk menyampaikan pemikiran masing-masing.
"Bisa di Taman Politik DPP [Partai Demokrat] kalau jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi kalau banyak mungkin di suatu tempat yang kita anggap memadai ya," ujarnya.
Selain itu, Hinca juga belum dapat memastikan kapan waktu aksi itu diselenggarakan. Menurutnya, dalam waktu dekat akan ada kabar penyelenggaraan aksi tersebut.
Hinca mengaku, pengurus partai Demokrat di daerah berinisiatif ingin berkumpul ke Jakarta, terutama akibat merebaknya isu PK Moeldoko yang akan dikabulkan oleh MA.
"Partai Demokrat itu punya kader yang militan mulai dari atas sampai paling bawah, sehingga cerita-cerita yang muncul di publik sedemikian rupa menggerakkan hati mereka untuk melakukan sesuatu yang membela partainya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melantik 36 pejabat eselon II Kemenkeu, terbanyak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.