PPh Final UMKM Persen Kini Hanya untuk WP Pribadi dan Koperasi
Pemerintah mencoret CV, firma, dan PT umum dari penerima PPh Final UMKM 0,5% untuk menutup celah penghindaran pajak.
Gibran Rakabuming Raka - Solopos
Harianjogja.com, JAKARTA—PDI Perjuangan (PDIP) tak memberi sanksi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meski melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Gibran sendiri mendatangi Kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat pada Senin (22/5/2023). Dia dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pertemuan dengan Prabowo dan relawan Jokowi-Gibran di Solo, pekan lalu. Apalagi, saat itu relawan menyatakan dukung pencapresan Prabowo.
Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menemui Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun. Hasilnya, Gibran tak diberi sanksi melainkan hanya nasehat.
"Sudah diberikan nasehat-nasehat. Kita ini kan partai gotong royong, partai musyawarah," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2023).
Dia menjelaskan, pihaknya memutuskan tak beri sanksi karena Gibran masih kader muda partai. Skenario berbeda terjadi bila kader partai senior melakukan hal serupa.
Baca juga: Relawan Jokowi-Gibran Dukung Prabowo, Politisi PDIP Ini Tak Yakin Ada Penghianatan
"Kalau sudah senior partai kemudian tidak memahami perintah ibu ketua umum [Megawati Soekarnoputri], kebijakan partai, itu lain persoalan," jelasnya.
Hasto mengatakan, pengurus pusat partai memahami posisi Gibran. Bagaimanapun, lanjutnya, Gibran merupakan Wali Kota Solo sekaligus anak dari seorang presiden. Oleh sebab itu, Gibran akan didekati tokoh yang ingin mencari keuntungan pribadi.
"Kapasitas Mas Gibran sebagai wali kota dan tidak bisa dilupakan beliau juga anak Presiden Jokowi sehingga banyak yang mencoba untuk menggunakan posisi itu sebagai cara di dalam me-leverage berbagai kepentingan-kepentingan politiknya," ungkap Hasto.
Sementara itu, Gibran menyatakan akan tegak lurus dengan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait Pemilu 2024.
"Saya sebagai kader PDI Perjuangan, saya akan tegak lurus sesuai arahan ibu ketua umum [Megawati Soekarnoputri]," ujar Gibran pada kesempatan yang sama.
Dia pun menyampaikan kronologi kronologi pertemuan itu. Menurutnya, Hasto dan Komarudin memberinya banyak nasehat.
Gibran menyatakan Hasto dan Komarudin menerima penjelasannya. Dia pun bersyukur persoalan tak berlarut-larut.
"Alhamdulillah beliau-beliau dapat memahami itu," jelas Gibran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah mencoret CV, firma, dan PT umum dari penerima PPh Final UMKM 0,5% untuk menutup celah penghindaran pajak.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.
Cek jadwal 6 bansos September 2026, mulai PKH, BPNT, beras, PIP, PBI JKN hingga KIP Kuliah dan BLT Kesra Rp900.000.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Dugaan keracunan MBG di Bantul ternyata menimpa 70 murid di empat sekolah. SPPG Patalan 2 kini diberhentikan operasionalnya.