Advertisement
Lakukan Safari Politik, Ganjar Pranowo Diingatkan Statusnya Masih Gubernur Jateng
HUT KE-50 TAHUN PDI PERJUANGANrnKetua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kiri) saat perayaan HUT ke-50 PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023). HUT ke-50 tahun PDI Perjuangan bertemakan Genggam Tangan Persatuan Dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat - rwa.
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Ganjar Pranowo melalukan safari politik ke Jawa Timur pada 6 dan 7 Mei 2023. Namun unggahannya justru banjir kritikan dari warganet. Seperti diketahui, Ganjar tiba di Surabaya pada Sabtu 6 Mei. Gubernur Jateng itu langsung mengunjungi Rumah Kelahiran Sukarno di Jalan Pandean IV, Peneleh, Surabaya.
Pada saat tersebut, Ganjar didampingi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Mantan Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Cucu Bung Karno Puti Guntur Soekarno, Politisi Adi Sutarwijono, Indah Kurnia dan lainnya. Setelah itu, Ganjar Pranowo bertolak ke Jember dan menyapa masyarakat di Alun-Alun pada pagi harinya.
Advertisement
BACA JUGA : PPP Tunggu Koalisi Tunjuk Cawapres Pendamping Ganjar
Selain menyapa warga Jember yang berolahraga di alun-alun, Gubernur Jawa Tengah itu juga akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kader partai berlambang banteng moncong putih dan relawan pemenangan Ganjar di GOR PKPSO Kaliwates.
Ganjar kemudian melanjutkan safari politiknya dengan berkunjung ke kediaman Habib Zein bin Hasan bin Ahmad Baharun dan Ponpes Al Badri Jember.
Namun di balik riuhnya sambutan masyarakat Jawa Timur atas kedatangan Ganjar, orang No.1 di Jawa Tengah tersebut mendapat banyak kritikan di media sosial. Beberapa akun meminta agar Ganjar Pranowo lebih memerhatikan Jawa Tengah karena dia masih berstatus Gubernur di provinsi tersebut.
Beberapa netizen bahkan mengirimkan berita yang memuat betapa perlu perhatiannya Jawa Tengah dari Ganjar Pranowo. Misalnya saja tentang tingkat kehamilan remaja yang masihtinggi di Jateng, kemudian adapula fakta jika Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dengan jumlah warga buta huruf tertinggi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Takbir Keliling di Bantul Tahun Ini Dibatasi Maksimal Jam 11 Malam
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Kapolri Beri Atensi Khusus Kasus Air Keras Aktivis KontraS
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
- PKBM An Nuur Sleman Ikuti Program Literasi dan Ketrampilan UAD Jogja
- 18 Maret Jadi Tanggal Favorit Mudik Kereta dari Jakarta
- Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Saat Lebaran 2026
- Jelang Lebaran, Karyawan PT SAK Tuntut Sisa Gaji Dibayar
- Srikaya Kaya Serat dan Vitamin B6 Baik untuk Otak dan Pencernaan
Advertisement
Advertisement







