Advertisement
Terungkap, Ini Profil Pelaku Pengganti Stiker QRIS Palsu di Masjid
Viral pria ganti striker QRIS di kotak amal masjid
Advertisement
Harianjogjacom, SOLO—Pelaku pengganti stiker QRIS di kotak amal masjid terungkap. Polisi dan warganet kompak mencari tahu informasi sang pelaku.
Belakangan viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengganti striker QRIS di kotak amal masjid. Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak bertingkah mencurigakan. Setelah situasi dirasa aman, pria bertubuh tambun itu kemudian mencopot striker QRIS dan diganti dengan miliknya.
Advertisement
Di Twitter, banyak warganet yang mengaku kenal dengan pria dalam video tersebut. Akan tetapi, belum ada pengakuan yang bisa dikonfirmasi.
Di sisi lain, Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Iman Blok M Square Habibi mengatakan telah mengantongi inisial pelaku pengganti striker QRIS masjid tersebut.
Mengutip dari Antara, Habibi menerangkan kalau IML itu melancarkan aksinya pada Kamis (6/4/2023) pagi atau tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB.
"Kita lihat ada keanehan saja, biasanya di kotak-kotak infak itu nggak ada stiker QRIS, terutama kotak bagian luar, nah, ini ada stiker asing," katanya.
Ternyata, pemalsuan striker QRIS ini bukan hanya di satu titik namun juga di 20 tempat yang berbeda. Bahkan, pelaku menempel striker QRIS di tiang masjid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
SD di Saptosari Atap Jebol Kelas Tak Layak, Siswa Belajar di Masjid
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Ini Hasilnya
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dana Nasabah Mulai Kembali, Kasus BNI Aek Nabara Dikebut
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Internet Tak Sekadar Hadir, Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas
- OTT Kepala Daerah Terus Bertambah, Motifnya Tak Melulu Biaya Politik
Advertisement
Advertisement






