Pemkab Bantul Awasi HET dan Stok Sembako Lewat Operasi Pasar
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.
Tangkapan layar pelaku penyiraman air keras.-JIBI/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyatakan keterbukaan untuk membentuk tim independen dalam mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kebijakan ini diambil dengan catatan bahwa tim tersebut harus benar-benar objektif dan tidak bersikap apriori terhadap pemerintah sejak awal.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis senior dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang ditayangkan Kamis (19/3/2026).
Prabowo menegaskan bahwa dirinya memilih bersikap realistis dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional. “Saya ini orang realistis, dan saya seorang yang adil. Dari segi kapasitas, kita biarkanlah mereka bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan kasus tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga penegak hukum lainnya. Dia menekankan pentingnya kerja bersama lintas institusi agar pengusutan berjalan maksimal dan menyeluruh. “Tidak hanya Kapolri, banyak lembaga lain juga harus bekerja. Penegak hukum semua harus terlibat,” kata Prabowo.
Meski begitu, saat ditanya mengenai kemungkinan pembentukan tim independen untuk mendukung proses pengusutan, Presiden Ke-8 RI itu menyatakan terbuka terhadap usulan tersebut. Namun, dia memberi catatan bahwa independensi harus benar-benar dijaga “Kita bisa pertimbangkan, asal independen,” jelasnya.
Prabowo juga menyinggung pentingnya objektivitas dalam proses pengawasan, termasuk terhadap kelompok masyarakat sipil. Dia mengingatkan agar tim independen yang dibentuk tidak berasal dari pihak-pihak yang sejak awal memiliki sikap apriori terhadap pemerintah. “Jangan semua LSM yang sudah apriori benci sama pemerintah, yang dapat uang dari luar negeri,” kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda masih aman di tengah karhutla. Otoritas menyiapkan langkah antisipasi kabut asap.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Prabowo meninjau karhutla Kubu Raya dan meminta penanganan dipercepat serta pelanggaran hukum ditindak tegas sesuai ketentuan.