Advertisement

Bupati Sleman Bawa Batik Parijoto Salak Lolos Anugerah Kebudayaan PWI

Media Digital
Kamis, 05 Januari 2023 - 14:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Bupati Sleman Bawa Batik Parijoto Salak Lolos Anugerah Kebudayaan PWI Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mempresentasikan inovasi batik Sleman Parijoto Salak dalam seleksi Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat ke-5 di Gedung PWI Pusat, Jakarta, Rabu (4/1/2023). - Harian Jogja - Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mempresentasikan inovasi batik Sleman Parijoto Salak dalam seleksi Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat ke-5 di Gedung PWI Pusat, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada bupati/wali kota di Indonesia yang sukses memberikan inovasi dalam bidang pangan, sandang, dan papan berbasis kebudayaan (kearifan lokal) dan informasi global. 

Presentasi berjudul Inovasi Batik Sleman Berbasis Kearifan Lokal dibawakan Kustini bersama 10 orang pendamping, di antaranya Ketua Dekranasda Sleman Sri Purnomo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Aji Wulantara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Mae Rusmi Suryaningsih, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman Eka Suryo Prihantoro, Perwakilan PWI DIY Desi Suryanto, Ketua Asosiasi Batik Mukti Manunggal Endang Wilujeng, Pelaku IKM Batik Pewarna Alami Asikhah Eko Putranti, Pelaku UMKM Batik Sri Lestari dan Perancang Busana Nyudi Dwijo Susilo. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dalam presentasi tersebut Kabupaten Sleman tampil maksimal, mempercantik ruang presentasi dengan menyuguhkan beragam produk batik dari kain lembaran, baju, hingga aksesori. Penampilan ini sangat memukau juri hingga menyebutnya sebagai galeri dadakan batik Sleman di gedung PWI.

"Sebagai bangsa yang besar, kita ingin bangsa ini benar-benar berswasembada pangan sehingga tidak bergantung impor. Sandangnya berkepribadian dan tidak sekadar menutupi aurat. Serta papannya, tempat tinggalnya, langgam arsitekturnya laras dengan alam dan lingkungan tropis yang berkelimpahan cahaya matahari," ujar Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (3/1/2023).

Ia berharap agar para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota dapat melestarikan kebudayaan Indonesia, sebagaimana ciri khas di daerah masing-masing, melalui sandang, pangan, dan papan.

Sementara itu Ketua Pelaksana AK-PWI Yusuf Susilo Hartono mengatakan kondisi pangan, sandang, dan papan Indonesia hari ini sesungguhnya sedang tidak baik-baik saja.

"Sehingga membutuhkan berbagai inovasi di lapangan, dari hulu hingga hilir, utamanya di tingkat lokal. Salah satu aktor inovasi penting di sana adalah para kepala daerah, dalam hal ini para bupati dan wali kota yang mempunyai visi kebudayaan dan literasi informasi media," tutur Yusuf.

Dalam perhelatan Anugerah Kebudayaan PWI tahun ini, PWI Pusat mengangkat tema "Inovasi Pangan, Sandang, Papan, Berbasis Informasi dan Kebudayaan".

Adapun tim juri yang terlibat di dalam AK-PWI ini terdiri atas para wartawan senior, pelaku dan pengamat seni-budaya, serta dosen, seperti Ninok Leksono, Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Atal S. Depari, dan Yusuf Susilo Hartono.

Para juri telah memilih 10 bupati/wali kota yang maju pada babak presentasi di Jakarta, 3-4 Januari 2023.

Pada babak presentasi ini Sleman dinyatakan terpilih sebagai daerah yang akan menerima penghargaan Trofi Abyakta, yang akan diberikan di Medan, Sumatera Utara, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023, 9 Februari mendatang.

Adapun 10 Bupati dan Walikota yang maju dalam babak presentasi pada Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat ke-5 adalah: 

1. Bupati Sleman, DI Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo mengangkat sub-tema 'Inovasi Batik Sinom Parijotho Salak Sleman Berbasis Kearifan Lokal'

2. Bupati Kuningan, Jawa Barat, Acep Purnama mengangkat sub-tema 'Ngarumat Budaya Kuningan, Ngariksa Alam, Mapag Swasembada Pangan'

3. Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi mengangkat sub-tema 'Dandan Omah, Ben Apik Rek'

4. Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution mengangkat sub-tema 'Digitalisasi Produk Sandang'

5. Bupati Malang, Jawa Timur, Muhammad Sanusi mengangkat sub-tema 'Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal'

6. Bupati Pesawaran, Lampung, Dendi Ramadhona mengangkat sub-tema 'Sulam Jelujur: Dari Pesawaran untuk Mancanegara'

7. Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan mengangkat sub-tema 'Kepala Inhil yang Membudaya'

8. Bupati Agam, Sumatera Barat, Andri Warman mengangkat sub-tema 'Strategi Kebudayan dalam Menjaga Hutan sebagai Ketahanan Pangan'

9. Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Darma Wijaya mengangkat sub-tema 'Gerakan Cetak Sawah Mandiri'

10. Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik mengangkat sub-tema 'Inovasi Kopra Putih di Halmahera Selatan'

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Padat Karya Bantul Berdayakan Warga Miskin di 70 Kalurahan

Bantul
| Kamis, 09 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement