OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Sambutan Presiden Jokowi untuk Hari Disabilitas Internasional, 3 Desember 2022/Youtube-Sekretariat Negara
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan presiden pada Sabtu (3/12/2022) bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, yang diperingati setiap 3 Desember.
Tanggal 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1992.
“Melalui regulasi dan kebijakan serta budaya masyarakat yang inklusif, dengan kerjasama antar Komisi Nasional Disabilitas dan seluruh komponen bangsa kita bisa meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pembangunan dan mendorong terbukanya akses layanan publik yang ramah disabilitas,” ujar Jokowi dalam sambutan presiden di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu.
Melalui unggahan akun Instagramnya, Jokowi pun menyampaikan pembangunan yang maju adalah pembangunan yang melibatkan, mempertimbangkan dan memberi akses bagi seluruh rakyat.
Oleh karena itu para penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak, bekerja dan berkarir, serta berprestasi. Jokowi pun meminta serapan tenaga kerja disabilitas di seluruh lembaga pemerintahan, BUMN dan swasta untuk terus ditingkatkan.
“Mari kita terus berupaya keras agar Indonesia menjadi rumah yang semakin ramah, semakin nyaman sebagai rumah harapan bagi penyandang disabilitas,” tutupnya.
Penetapan Hari Disabilitas Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas, menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas serta turut membantu dalam meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan penyandang disabilitas di berbagai aspek kehidupan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.