Advertisement

Harian Jogja

Tahun Depan, Perusahaan Lokal Ini Siap Produksi Kendaraan Tempur Hybrid

Dany Saputra
Jum'at, 04 November 2022 - 13:37 WIB
Jumali
Tahun Depan, Perusahaan Lokal Ini Siap Produksi Kendaraan Tempur Hybrid Penampakan Diduga Suzuki Ertiga Hybrid / Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -- Perusahaan manufaktur alutsista yang terdaftar di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), PT Sentra Surya Ekajaya (SSE), menargetkan produksi kendaraan tempur bertenaga hybrid atau semi elektrifikasi pada akhir 2023.

Perusahaan subholding dari PT Indo Pacific Communication and Defence (IPCD) itu menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan zaman terkait dengan elektrifikasi kendaraan. Tidak terkecuali bagi kendaraan atau alutsista untuk militer.

Advertisement

BACA JUGA:  TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023

"Mungkin ada beberapa [alutsista] yang didorong elektrifikasinya, namun jeda hybrid dulu. Baru full elektrik. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah ada launching," ujar Kepala Aftersales PT Sentra Surya Ekajaya (SSE) David Arga pada pameran Indo Defence Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Menurutnya, saat ini seluruh komponen perakitan dari kendaraan roda empat untuk TNI tengah disiapkan.

BACA JUGA : Tips Rawat Kendaraan Hybrid

"Ini tinggal assembly, akhir tahun depan diharapkan sudah keluar prototipe dan sudah bisa jalan semua dengan harapannya lulus uji dan sertifikasi," terangnya.

Adapun, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari alutsista hingga perlengkapan prajurit produksi IPCD mencapai 70 persen.

Pada perhelatan Indo Defence Expo & Forum 2022, kendaraan alutsista yang dipamerkan langsung oleh PT SSE, yakni kendaraan tempur tipe P6 ATAV dan P2-KM. David mengungkapkan, sudah ada sebanyak 86 unit kendaraan tipe tersebut yang sudah diproduksi untuk TNI.

Kendaraan tempur tersebut paling banyak digunakan oleh Kopasgat, Kopassus, Kostrad, Denjaka, Intai Amfibi, hingga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Kami lagi on going juga [pembuatan] ada sekitar 50 kendaraan. Kebanyakan untuk [TNI] Angkatan Udara Kopasgat dan Angkatan Darat misalnya di Kostrad," jelas David.

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja
Baca Koran harianjogja.com

Advertisement

alt

Dinilai Belum Standar, Lokasi Pembangunan IPA Seropan Diperluas

Gunungkidul
| Kamis, 30 Maret 2023, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Deretan Negara di Eropa yang Bisa Dikunjungi Bagi Pelancong Berduit Cekak

Wisata
| Selasa, 28 Maret 2023, 05:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement