Advertisement
WhatsApp Sempat Down, Ini Pernyataan Resmi dari Meta
Cara download status Whatsapp. - unsplash
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Aplikasi perpesanan whatsapp mengalami down selama kurang lebih 2 jam.
Para pengguna mengeluhkan tidak bisa memakai layanan milik Meta tersebut.
Advertisement
Selama down, whatsapp sama sekali tidak bisa digunakan.
Penampakan pesan yang dikirim hanya menampilkan tanda jam, seperti halnya ketika smartphone tidak ada jaringan internet.
Whatsapp down bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara lainnya, dengan keluhan yang sama.
Menanggapi masalah tersebut, juru bicara Meta menyampaikan pernyataan resminya.
BACA JUGA: Truk Tabrak Tronton di Kulonprogo, Satu Orang Pengemudi Terjepit
"Kami sadar orang-orang kesulitan mengirim pesan di WhatsApp hari ini. Kami telah memperbaiki masalah ini dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.” demikian pernyataan resmi Meta Spokesperson yang diterima Bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
Advertisement
Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- FEB UI Masuk Empat Besar Dunia Sekolah Ekonomi Islam
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Pajak Kendaraan Bekas Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
- Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
Advertisement
Advertisement








