Advertisement
Imbas Protes Jilbab di Iran & Pemadaman Internet, Amerika Serikat Blokir Properti 7 Pejabat Senior Iran
Bendera Iran - Bloomberg
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi berupa pemblokiran properti milik tujuh pejabat senior Iran atas peran mereka dalam pemblokiran akses internet, Kamis (6/10/2022).
Para pemimpin itu juga dianggap menggunakan langkah-langkah "kekerasan" lainnya dalam upaya meredam aksi protes di dalam negeri yang dipicu kematian seorang perempuan belia.
Advertisement
Secara keseluruhan, ada tujuh pejabat senior Iran yang dijatuhi sanksi oleh Kantor Pengendalian Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC) Departemen Keuangan AS, menurut pernyataan departemen tersebut.
Mereka termasuk Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahidi, Menteri Komunikasi Iran Eisa Zarepour, serta lima pejabat dalam jajaran pemimpin senior layanan keamanan Iran, kata depkeu AS.
"Berdasarkan tindakan yang dilakukan hari ini, seluruh properti dan hak atas properti yang dimiliki individu-individu ini yang berada di AS atau berada di bawah kepemilikan atau kendali individu AS harus diblokir dan dilaporkan ke OFAC," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Selain itu, setiap entitas yang dimiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 50 persen atau lebih oleh satu atau lebih individu yang dijatuhi sanksi juga turut diblokir."
Sanksi AS tersebut dikeluarkan setelah seorang perempuan Iran bernama Mahsa Amini, 22, meninggal.
Dia kehilangan nyawa saat menjadi tahanan polisi moral Iran, yang mengatakan bahwa perempuan itu tidak mengenakan jilbab dengan benar.
Kematian Amini memicu protes berskala nasional di Iran. Dalam aksi protes yang digelar, para wanita terlihat melepas dan membakar kerudung.
Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menuduh AS telah lama berusaha merusak stabilitas dan keamanan Iran."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
PMI DIY Galang Donasi Rp395 Juta Untuk Korban Banjir Sumatera
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Febriana/Meilysa Tersingkir di Perempat Final Malaysia Open 2026
- Tanah Ambles di Dalam Rumah, Warga Panggang Gunungkidul Mengungsi
- KUHP Baru Pidanakan Nikah Siri, Gus Hilmy: Problematis
- Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 9 Januari 2026
- Soal Superflu, Menkes Minta Warga Tetap Tenang
- Cegah Kecelakaan, Damkarmat Bersihkan Tumpahan Solar di Banguntapan
- Bruno Mars Umumkan Album Baru The Romantic Setelah 9 Tahun
Advertisement
Advertisement



