Advertisement

BUMN Startup Day, Erick: Ruang Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Media Digital
Selasa, 27 September 2022 - 05:47 WIB
Sirojul Khafid
BUMN Startup Day, Erick: Ruang Akselerasi Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia Presiden Joko Widodo (Ketiga dari kanan) dan Erick Thohir (kedua dari kanan) di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten, Senin (26/9/2022). - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, TANGERANG—BUMN Startup Day merupakan fasilitasi untuk pertukaran ide, inspirasi, dan kolaborasi antara BUMN Indonesia dengan para startup. Sebelumnya, para startup sudah terkurasi dalam tahap early dan growth stage.

BUMN Startup Day merupakan persembahan dari Kementerian BUMN serta perusahaan rintisan (startup) Indonesia. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten, Senin (26/9/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Tamu undangan lain yang hadir seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Pj. Gubernur Banten, Wakil Menteri BUMN II, jajaran Direktur Utama BUMN, para CEO dan Co-founder Startup, serta pimpinan komunitas dan asosiasi startup.

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan BUMN Startup Day merupakan inisiatif Kementerian BUMN bersama dengan BUMN dan para Venture Capital BUMN. Agenda BUMN Startup Day mengambil peran aktif dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital yang besar di Indonesia. Hal ini untuk mendukung generasi muda kreator pencipta lapangan kerja baru.

Event itu diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital dengan sinergi yang lebih erat dan saling menguntungkan. BUMN mencoba berinisiatif, membangun ekosistem yang bisa dibangun di BUMN sendiri.

“Contohnya, kami mendorong adanya Indonesia Digital Tribe dan akan kami lakukan setiap tahunnya. Sejak awal, BUMN juga sudah memiliki venture-venture capital, seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom, Telkomsel, dan yang terakhir BNI juga saya minta membuat venture capital. Dan venture capital yang ada di BUMN ini sudah berinvestasi kepada 336 startup,” kata Erick.

BACA JUGA: Lukas Enembe Kembali Tak Penuhi Panggilan Penyidikan karena Sakit, Kuasa Hukum Ajak KPK ke Papua

Berlangsung pada 26-28 September 2022, acara ini melengkapi langkah pengembangan ekosistem ekonomi digital yang dilakukan oleh Kementerian BUMN dan BUMN kepada pelaku startup, yakni Indonesia Digital Tribe dan Merah Putih Fund. Keduanya diluncurkan bulan Desember 2021 lalu.

Advertisement

Erick mengatakan startup yang didukung BUMN adalah yang didirikan oleh orang Indonesia, beroperasi di Indonesia, bayar pajak di Indonesia, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, serta go public di Indonesia. Keberpihakan BUMN terhadap ekonomi digital juga tak lepas dari arahan  Presiden Jokowi.

"Tentu kami ingat bagaimana pesan daripada bapak presiden sebelum 2019, waktu itu bapak mengingatkan kepada kami semua bahwa ekonomi digital akan menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti bapak lihat hari ini proyeksi di 2030, ekonomi digital Indonesia akan yang terbesar di Asia tenggara yaitu 40 persen dari total ekonomi yang ada di Asia Tenggara kurang lebih itu Rp 4.500 triliun," ungkap Erick.

Hal ini merupakan angka pertumbuhan atau potensi ekonomi yang luar biasa. Momentum ini juga bersamaan dengan mayoritas penduduk Indonesia atau sekitar 54 persen berada di usia 35 tahun ke bawah.

Advertisement

"Artinya Indonesia punya market yang besar dan punya potensi sumber daya manusia, yang saat bersamaan juga menjadi sebuah kesinambungan antara ekonomi digital dan sumber daya manusianya. Ini saya rasa yang tidak bisa terelakkan lagi kenapa kami harus dorong secara menyeluruh," ujar Erick.

BACA JUGA: Sri Mulyani Klaim Ekonomi Indonesia Sudah Bangkit dari Pandemi, Ini Buktinya!

BUMN Startup Day menjadi jembatan dalam menyambungkan BUMN dengan para perusahaan rintisan tersebut. Erick meminta BUMN tidak melakukan investasi langsung tanpa adanya pendampingan dari venture capital BUMN.

"Kami minta BUMN tidak langsung berinvestasi, tetapi harus ada pendampingan dengan venture capital yang ada di BUMN, karena kami tidak direksi BUMN yang tidak punya pengalaman di industri digital ini langsung berinvestasi tanpa ada pendampingan, karena kami coba menjaga supaya ini benar-benar ada keberlanjutan," ujarnya.

Advertisement

BUMN Startup Day 2022 diikut 250 startup yang sudah disesuaikan dengan 12 klaster di Kementerian BUMN, 150 exhibitor, 22 BUMN yang berusaha melihat potensi untuk bisnis matching pada startup, serta sekitar lima ribu pengunjung. Lima poin utama dalam BUMN Startup Day yakni bisnis matching, investor pitching, rapid mentoring startup, conference, dan exhibition.

"Mohon dukungan Bapak (presiden) dan pemerintah supaya ini bisa menjadi gelombang besar untuk kemajuan digital ekonomi Indonesia sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi masa depan," kata Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan ekonomi digital menjadi peluang bagi ekonomi Indonesia lebih kuat di masa depan.

Advertisement

“Dunia sekarang ini pada posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. Untuk saudara-saudara, justru ada peluang yang bisa dilakukan karena ekonomi digital kita tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara,” ucap Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, pertumbuhan digital Indonesia berpotensi meningkat 8 kali lipat dari Rp632 triliun di tahun 2020 menjadi Rp4.531 triliun di tahun 2030. Hal ini memperkuat posisi ekonomi digital Indonesia yang saat ini menempati urutan ke-6 negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India, UK, Kanada, dan Australia.

Di balik peluang dan potensi ekonomi digital Indonesia, Presiden meminta pelaku startup tidak hanya fokus pada kategori financial technology/fintech (23%) dan retail (14%), melainkan juga pada krisis pangan, krisis kesehatan, dan UMKM. Pasalnya, 80% sampai 90% startup gagal saat merintis karena tidak melihat kebutuhan pasar yang ada.

“Padahal kalau kita lihat, urusan masalah krisis pangan ke depan akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi. Karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, distribusi, dan urusan pasar,” katanya.

BACA JUGA: 2 Cara Mudah Mengecek Penerima BLT BBM 2022 Rp600.000

Peluang besar juga yang terkait dengan krisis kesehatan. “Apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat, telemedicine bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengan platform dan aplikasi. Yang ketiga UMKM, kita memiliki 65,4 juta UMKM. Memang masih banyak persoalan, tetapi disitu baru 19 juta yang masuk ke platform digital, masih ada ruang untuk kita kerjakan disana,” kata Presiden Joko Widodo.

Selain pentingnya melihat kebutuhan pasar, Presiden Joko Widodo melihat pentingnya persoalan dana. Presiden menilai inilah fungsi dari venture capital dan BUMN agar ekosistem yang dibangun bisa saling sambung dan terdampingi dengan baik.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Jogja Darurat STB! Toko Kehabisan Stok, Pemda DIY Telusuri Dugaan Penimbunan

Jogja
| Sabtu, 03 Desember 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement