Advertisement
Astaga! Saldo Pemda Mangkrak di Bank Melonjak jadi Rp203,4 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022). - Bisnis/Wibi Pangestu Pratama
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Anggaran pemerintah daerah atau saldo pemda yang "parkir" di bank melonjak jadi Rp203,4 triliun, setelah sempat berkurang ke Rp193 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pada Agustus 2022, saldo pemda yang masih mengendap di bank mencapai Rp203,4 trilun. Jumlahnya naik dari posisi Juli 2022 senilai Rp193,4 triliun, meskipun masih lebih rendahdari Juni 2022 yang mencapai Rp220,95 triliun.
Advertisement
Rata-rata saldo pemda di bank setiap bulannya sepanjang tahun ini adalah Rp194,2 triliun. Dalam empat bulan, saldo mengendap itu tercatat berada di atas Rp200 triliun, yakni pada Maret, Mei, Juni, dan Agustus, dengan posisi tertinggi pada Mei 2022 mencapai Rp220,9 triliun.
"Tahun lalu posisi Agustus dana pemda di perbankan hanya Rp178,95 triliun. Ini berarti pemda memiliki uang yang cukup besar di perbankan hingga bulan Agustus, yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (26/9/2022).
BACA JUGA: Batas Nominal Pungutan di SMA/SMK Bakal Diatur lewat Pergub
Menurutnya, pemda menikmati penerimaan daerah yang melonjak tinggi dari pajak daerah, seiring membaiknya aktivitas perekonomian dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Di sisi lain, pemerintah pusat pun melakukan transfer ke daerah (TKD) yang membuat pemda memiliki dana melimpah.
Sayangnya, hal tersebut belum diimbangi oleh belanja yang cepat dan optimal. Sri Mulyani menyebut bahwa lambatnya belanja tercermin dari penumpukan saldo pemda yang mengendap di bank.
Nominal saldo tersimpan dari pemda kabupaten/kota yang tertinggi berada di wilayah Jawa Timur, yakni mencapai Rp27,18 triliun, naik dari posisi Juli 2022 yakni Rp22,94 triliun. Jawa Timur selalu konsisten menjadi daerah dengan saldo mengendap tertinggi.
Selain Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan saldo pemerintah kabupaten/kota tertinggi yang masih berada di bank, diikuti oleh Sumatera Utara, Aceh, DKI Jakarta, dan Papua.
Di tingkat pemerintah provinsi, wilayah dengan saldo tertinggi di perbankan adalah DKI Jakarta yang mencapai Rp10,94 triliun, naik dari posisi Juli 2022 yakni Rp7,33 triliun. Sementara itu, catatan saldo terendah ada di Kepulauan Riau yang senilai Rp345,26 miliar.
"Untuk itu kami akan terus mendorong daerah untuk bisa menyelesaikan APBD-nya secara akuntabel dan tentu tepat sasaran, sehingga perekonomian, terutama di daerah bisa semakin meningkat dan tumbuh," ujar Sri Mulyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Arus Balik Naik, Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Dibuka Hingga Malam
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
- Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Brasil dan Kokoh di Puncak Klasemen
- 700.000 Anak Sekolah Terdeteksi Alami Gejala Kecemasan dan Depresi
- Klasemen Liga Spanyol: Barca Jaga Jarak, Real Madrid Mendekat
- Roadshow Pelangi di Mars Ramaikan Libur Lebaran 2026 di Jogja
Advertisement
Advertisement







