Advertisement

Isu Perumahan Rakyat Tak Disebut dalam Pidato Jokowi, Ketua DPR, dan Ketua MPR

Indra Gunawan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:47 WIB
Budi Cahyana
Isu Perumahan Rakyat Tak Disebut dalam Pidato Jokowi, Ketua DPR, dan Ketua MPR Foto udara areal komplek perumahan bersubsidi di kawasan Jalan Kecipir, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (15/7/2022). - Antara/Makna Zaezar

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Pidato kenegaraan HUT ke-77 Kemerdekaan RI tahun ini di Gedung DPR-MPR RI, Selasa (16/8/2022), tak meninggung isu perumahan rakyat. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Presiden Jokowi tidak ada satu pun membicarakan isu tersebut.

Misalnya Jokowi, dalam pidato ketujuh kenegaraannya tersebut, dia mulanya berbicara mengenai tantangan global yang kian berat. Ada pandemi Covid-19 yang belum usai dan saat ini ditambah dengan perang Rusia-Ukraina kini justru menyebabkan ketidakpastian semakin berlanjut.

BACA JUGA: Pemkab Sleman Sosialisasikan Aplikasi My Pertamina ke Seluruh Kapanewon

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Namun, kata Jokowi, di tengah tantangan yang berat, Indonesia patut bersyukur, sebab Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini.

Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan. Inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen.

Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi Asean yang berada di sekitar 7 persen. Angka ini jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen. Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif di 5,44 persen pada kuartal II/2022.

Sementara itu, Puan Maharani juga menyoroti kebutuhan Indonesia yang perlu memperkuat penguatan industri pangan dan kesejahteraan petani. Menurutnya, ke depan jangan ada lagi permasalahan kelangkaan minyak goreng di negeri sendiri.

Menurut Puan, dalam mempercepat kemajuan Indonesia selain pemulihan sosial dan ekonomi nasional maka agenda strategis ke depan perlu memperkuat dan mempertajam upaya-upaya yang diarahkan pada pembangunan.

Agensa strategis yang dimaksud Puan antara lain pembangunan kualitas dan karakter nasional Indonesia, pembangunan kedaulatan pangan nasional, pembangunan industri nasional, pemerataan pembangunan infrastruktur serta reformasi birokrasi yang nyata.

Advertisement

Adapun, Bambang Soesatyo juga pertama-tama menyinggung laju kenaikan harga pangan dan energi semakin membebani masyarakat yang baru saja bangkit dari pademi Covid-19.

Lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 diperkirakan mencapai US$98 per barel. Menurutnya, angka ini jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar US$63 dolar per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite, Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp502 triliun.

Bamsoet mengingatkan Indonesia tidak boleh lalai. Kenaikan inflasi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat, bahwa per Juli 2022, laju inflasi Indonesia berada di level 4,94 persen, dan pada Agustus diprediksi akan meningkat pada kisaran 5 hingga 6 persen.

Advertisement

Bahkan pada September 2022, Indonesia diprediksi menghadapi ancaman hiper-inflasi, dengan angka inflasi pada kisaran 10 hingga 12 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI-Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Pameran Sekati Ing Mall Meriahkan Plaza Malioboro

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement