Ribuan Pelari hingga Grebeg Gethuk Ramaikan Hari Jadi Magelang
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
Industri kecil gula jawa di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan di Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KEBUMEN—Sebagian perajin gula jawa di sekitar Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) di Karanggadung Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, menggunakan bahan alami, yakni nira kelapa dan pengawet dari tumbuhan.
Sarijan, perajin gula jawa di RT 03 RW 02, Karanggadung, Petanahan, tetap bertahan hanya mengolah nira kelapa. Ia memiliki 12 batang pohon kelapa yang setiap hari disadap dua kali, pagi dan sore. Sekali menyadap di kebunnya, ia bisa membuat rata-rata empat kg gula jawa atau 3,5 kg gula kristal.
BACA JUGA: Saat JJLS Tersambung, Wilayah Selatan DIY Bakal Jadi Primadona
“Untuk pengawetnya, saya menggunakan bahan alami, bisa kapur gamping, kulit manggis atau sayatan kayu pohon nangka. Semua bahan itu yang direkomendasikan untuk pengawet alami pada gula,” katanya saat dikunjungi tim Jelajah Jalur pansela, Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa, Selasa (19/7/2022).
Jelajah Jalur Pansela: Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa digelar Harian Jogja bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Bank BPD DIY. Dalam program ini, Tim Harian Jogja menyusuri dan merekam setiap ruas Pantai Selatan Jawa mulai dari Kebumen, Purworejo, Kulonprogo, Bantul hingga Gunungkidul. Jelajah Pansela dimulai pada Selasa (19/7/2022) dan finis di Gunungkidul pada Jumat (22/7/2022).
Menurut Sarijan, usaha mengolah nira kelapa menjadi gula jawa merupakan tradisi turun temurun sejak nenek moyang. Tanah berpasir membuat hanya tanaman tertentu yang bisa tumbuh subur, di antaranya kelapa. Warga pun memanfaatkan potensi tersebut untuk memproduksi gula jawa.
Rata-rata setiap rumah punya 40 batang pohon kelapa. Jika kualitas nira bagus, warga setempat bisa memproduksi hingga 10 kg gula jawa setiap harinya. Satu batang pohon yang berkualitas bagus bisa menghasilkan dua liter nira. Nira dimasak terus menerus hingga bisa dicetak menjadi.
Gula jawa cetak bisa dijual seharga Rp15.000 per kg. Untuk memasak empat kg gula butuh waktu empat jam. Namun gula jawa hanya mampu bertahan satu bulan, selebihnya akan berubah warna dan tekstur. Adapun gula kristal dengan pengolahan lebih lama, dijual seharga Rp25.000. Gula kristal bisa bertahan hingga satu tahun.
BACA JUGA: Awalnya Hanya Selebar Becak, JJLS Kini Tumbuhkan Ekonomi Kebumen
“Saat ini permasalahan kami adalah banyaknya campuran kimia yang bisa dicampurkan pada gula untuk menghemat ongkos dan menghasilkan gula lebih banyak, namun gula menjadi tidak alami. Kami terus berusaha mempertahankan produksi menggunakan bahan alami,” tegasnya.
Gula produksinya biasanya dijual ke pasar di kawasan tersebut. Namun, warga yang berminat bisa membeli langsung ke lokasi pembuatannya di Karanggadung. Lokasinya tepat di kawasan pos retribusi wisata Pantai Petanahan, sekitar 3 km dari Jalur Pansela atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Gula jawa cocok dijadikan oleh-oleh karena selain mendapatkan barang asli alami, dengan membeli produk lokal akan menggeliatkan ekonomi kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Kota Magelang diramaikan Grebeg Gethuk, Tidar Borobudur 10K, hingga Magelang Great Sale dorong ekonomi dan pariwisata.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya