Advertisement

Migor Curah Rp14.000 Dirilis Hari Ini, Harga di Marketplace Masih Tinggi

Rahmi Yati
Rabu, 06 Juli 2022 - 19:17 WIB
Arief Junianto
Migor Curah Rp14.000 Dirilis Hari Ini, Harga di Marketplace Masih Tinggi Seorang pembeli migor curah mengangkat jeriken di salah satu distributor kawasan Jalan Bantul, Kota Jogja, Senin (27/6/2022). - Harian Jogja/Sunartono.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Minyak goreng (migor) curah kemasan sederhana dengan merek Minyakita sudah dijual di sejumlah platform lokapasar seperti Shopee dan Tokopedia dengan harga lebih mahal. Padahal, minyak goreng tersebut baru dirilis oleh pemerintah pada Rabu (6/7/2022).

Berdasarkan pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu, pada e-commerce tersebut, Minyakita dijual dalam berbagai kemasan. Mulai dari kemasan sederhana satu liter hingga jeriken 20 dan 25 liter.

Harga jualnya pun beragam. Untuk kemasan satu liter dijual mulai dari Rp16.000, sedangkan ukuran jeriken ditawarkan mulai dari Rp300.000 untuk 20 liter dan Rp400.000 hingga mencapai lebih dari Rp800.000 untuk ukuran 25 liter.

BACA JUGA: Minyakita Rp14.000 Dirilis Besok, Ekonom: Distribusinya Harus Merata

Bukan itu saja, ada juga yang dijual per dus isi 12 pcs dengan harga mulai Rp300.000 atau per liternya kurang lebih Rp25.000.

Harga yang dijual tersebut lebih mahal dari yang seharusnya. Padahal, Kemendag memastikan harga migor curah kemasan sederhana dengan merek Minyakita ini dijual dengan harga Rp14.000 per liter di wilayah Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan, hingga Maluku dan Papua. Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan berharap dengan hadirnya Minyakkita bisa memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan minyak goreng di tengah masyarakat, khususnya daerah terpencil di Indonesia.

"Minyakita sebanyak 5.000 liter tersebut akan dipatok harganya Rp14.000 per liter di tempat mana pun," katanya, Rabu.

Bahkan sebelumnya, Zulhas mengatakan harga migor curah di beberapa wilayah seperti Jawa, Sumatra dan Bali sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp14.000 per liter. Adapun, di daerah lain seperti Papua dan Maluku yang masih di atas HET, lantaran terkendala masalah logistik.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Kegiatan Aktivis Dikonversi Jadi SKS, Mahasiswa UGM: Kontraproduktif

Sleman
| Rabu, 10 Agustus 2022, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement