Advertisement

Puluhan Diplomat Prancis, Spanyol, dan Italia Diusir Pemerintah Rusia

John Andhi Oktaveri
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:47 WIB
Bhekti Suryani
Puluhan Diplomat Prancis, Spanyol, dan Italia Diusir Pemerintah Rusia Seorang warga menonton siaran langsung Vladimir Putin, Presiden Rusia, saat menyampaikan pidato, di Moskwa, Rusia, Senin (22/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia mengusir puluhan diplomat dari Prancis, Italia, dan Spanyol sebagai pembalasan atas pengusiran diplomat Rusia dari negara-negara Eropa sebagai bagian dari aksi bersama dalam menanggapi perang Rusia di Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengusir 34 "staf misi diplomatik Prancis" di Rusia dan memberi mereka waktu dua minggu untuk meninggalkan negara itu.

Moskow mengeluarkan pengumuman itu setelah memanggil Duta Besar Prancis untuk Rusia, Pierre Levy dan mengatakan kepadanya bahwa pengusiran 41 staf misi diplomatik Rusia adalah "keputusan yang provokatif dan tidak berdasar", menurut pernyataan itu seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (19/5/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kementerian itu kemudian menyatakan bahwa 27 staf Kedutaan  Besar Spanyol di Moskow dan Konsulat Jenderal Spanyol di Saint Petersburg "telah dinyatakan persona non grata" dan akan memiliki waktu selama tujuh hari untuk meninggalkan Rusia.

Kementerian itu menyatakan kepada Duta Besar Spanyol Marcos Gomez Martinez bahwa pengusiran diplomat Rusia dari Madrid "akan berdampak negatif pada hubungan Rusia-Spanyol". Spanyol juga mengkritik Rusia atas langkah tersebut.

“Pihak berwenang Rusia membenarkan keputusan ini atas dasar timbal balik untuk pengusiran 27 pejabat Kedutaan Rusia pada bulan April. Tetapi pengusiran itu didasarkan pada alasan keamanan yang dibenarkan, yang tidak ada dalam kasus ini," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri.

BACA JUGA: Proyek TPST Piyungan Transisi Senilai Rp25 Miliar Dibatalkan, Ada Apa?

Meskipun tidak ada pernyataan resmi, namun Juru Bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova mengkonfirmasi kepada kantor berita Rusia bahwa 24 diplomat Italia juga telah diusir.

Kementerian Luar Negeri Italia juga mengkonfirmasi pengusiran “24 anggota perwakilan diplomatik dan konsuler Italia dan kantor Badan Perdagangan Italia” di Rusia.

Advertisement

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengutuk keputusan Rusia itu sebagai "tindakan bermusuhan", tetapi mengatakan saluran diplomatik harus tetap terbuka.

“Ini jelas merupakan tindakan bermusuhan; itu juga merupakan reaksi terhadap pengusiran kami, ”katanya pada konferensi pers ketika berita pengusiran muncul.

Dia menambahkan: “Yang paling penting adalah bahwa hal itu tidak boleh dengan cara apa pun mengarah pada pengurangan saluran diplomatik karena melalui saluran itulah, jika mungkin, perdamaian [di Ukraina] akan tercapai. Dan itu pasti yang kami inginkan.”

Advertisement

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri di Paris menyatakan Prancis "sangat mengutuk" pengusiran diplomatnya oleh Rusia dan menambahkan bahwa langkah dari Moskow itu "tidak memiliki dasar yang sah.”

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dukcapil Gunungkidul Siap Perkenalkan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital

Gunungkidul
| Selasa, 27 September 2022, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement