Advertisement
Fantastis! Segini Biaya yang Dibutuhkan Ukraina untuk Pulih dari Invasi Rusia
Pemandangan menunjukkan konvoi pasukan pro-Rusia saat konflik Ukraina-Rusia di luar kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina, Sabtu (12/3/2022). - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Invasi Rusia memberikan dampak besar bagi ekonomi Ukraina. Bahkan negara yang dipimpin Presiden Volodymyr Zelensky ini membutuhkan tidak sedikit biaya untuk memulihkan negaranya dari dampak perang dengan Rusia.
Dilansir New York Times, Sabtu (23/4) Zelenzky mengungkapkan kepada kepada World Bank bahwa Ukraina membutuhkan sekitar US$7 miliar atau Rp101 triliun per bulan hingga ratusan miliar dolar untuk memulihkan Ukraina.
Advertisement
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, Zelensky mengatakan, pasukan Rusia telah menghancurkan atau merusak puluhan ribu rumah dan lebih dari 1.100 institusi pendidikan, serta rumah sakit dan bisnis. Analisis awal, sang Presiden menemukan bahwa Ukraina telah menderita kerugian US$550 miliar.
Zelenzky pun meminta dukungan kepada World Bank dan para pemimpin di luar negeri terkait hal tersebut. Tidak hanya secara finansial, dia juga meminta negara lain untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dalam perang tersebut.
"Bersama-sama kita dapat menerapkan solusi yang tidak hanya akan menghentikan niat agresif Rusia, tidak hanya mendukung Ukraina dalam perang ini, tetapi juga secara tak terelakkan menunjukkan semua potensi agresor dunia yang menciptakan masalah bagi negara lain, negara lain, berarti menciptakan masalah bagi diri mereka sendiri,” kata Zelensky.
Dia menegaskan jika tindakan agresif Rusia tidak segera dihentikan, maka akan ada jutaan orang di dunia yang akan berulang kal menderita akibat tindakan agresif masing-masing negara yang mengikuti langkah Rusia.
Zelensky kemudian mengungkapkan lima langkah diperlukan untuk menghentikan Rusia yakni mengeluarkan Rusia dari semua lembaga keuangan internasional, menciptakan pajak khusus untuk perang, memblokir aset dari "elit Rusia," dan persiapan nasional di seluruh dunia untuk kemungkinan pemutusan total hubungan apa pun dengan Rusia.
BACA JUGA: Geliat Mudik Mulai Terlihat, Jogja Termasuk Kota yang Banyak Dituju
“Tidak seorang pun harus bergantung pada suasana politik kepemimpinan negara ini. Jika dunia siap untuk mengisolasi Rusia sepenuhnya, kepemimpinan Rusia akan memiliki motif untuk menghindari perang apa pun," ujarnya.
Amerika Serikat dan beberapa negara di dunia mungkin telah menerapkan apa yang diungkapkan Zelenzky. Mereka mengucilkan Rusia dari ekonomi dunia melalui sanksi dan metode lainnya.
Namun, tampaknya Amerika Serikat dan beberapa negara tengah mempertimbangkan apakah keberhasilan mereka dalam mengisolasi Rusia dapat mendorong Presiden Vladimir Putin untuk mengambil tindakan yang lebih provokatif.
Kekhawatiran tersebut tumbuh ketika Rusia baru-baru ini meluncurkan uji coba rudal balistik antar benua baru, yang menurut Putin merupakan peringatan bagi mereka di Barat yang mencoba mengancam negaranya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
- Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- Inter Milan Kalahkan Genoa 2-0, Kokoh di Puncak Klasemen Liga Italia
- Prakiraan Cuaca DIY 1 Maret 2026: Hujan Guyur 5 Wilayah
- Pencurian SDN 2 Gondoriyo Blora, 2 Pelaku Ditangkap
- Jadwal Terbaru KA Bandara YIA 1 Maret 2026, Cek Jam Berangkat
- Justin Hubner Cetak Gol, Fortuna Sittard Menang 3-2 atas NEC
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
Advertisement
Advertisement








