Advertisement

Perajin Tahu Tempe Magelang Tuntut Harga Kedelai dan Migor Dikendalikan

Nina Atmasari
Jum'at, 25 Maret 2022 - 21:07 WIB
Galih Eko Kurniawan
Perajin Tahu Tempe Magelang Tuntut Harga Kedelai dan Migor Dikendalikan DPRD Kabupaten Magelang menerima audiensi perwakilan perajin tahu dan tempe Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/3/2022). - Harian Jogja - Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG—Ratusan perajin tahu tempe dari Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Magelang, Jumat (25/3/2022).

Dalam aksinya itu, mereka menuntut pengendalian harga kedelai dan minyak goreng. Mereka menilai harga dua komoditas itu membuat ongkos produksi tahu dan tempe menjadi ikut-ikutan naik.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Koordinator aksi, Yuni Setiawan, menuturkan industri tahu dan tempe di Desa Mejing menyerap banyak tenaga kerja tidak hanya warga Mejing tetapi juga warga di sekitar desa tersebut.

“Kami [perajin tahu tempe] bingung saat kedelai dan minyak mahal padahal kami harus produksi setiap hari. Kami mau menaikkan harga tahu tempe juga sulit karena jadi sulit laku di pasar, kami pusing,” katanya, Jumat.

Anggota paguyuban tahu tempe wilayah Desa Mejing, Tri Wahyudi, menyebutkan sebelum ada pandemi Covid-19, harga kedelai sebagai bahan baku produksi tahu dan tempe Rp6.700 dan paling mahal Rp7.000 per kilogram (kg).

Namun, saat ini harganya Rp12.200 per kg atau naik lebih dari Rp5.000 per kg. “Padahal saya per hari biasa memproduksi satu kuintal kedelai jadi tahu dan tempe, bisa dibayangkan berapa kenaikan ongkos produksi kami,” katanya.

Selain kedelai, lonjakan harga juga terjadi pada minyak goreng yang saat ini mencapai Rp325.000 sampai Rp350.000 per deriken berisi 17-18 kg curah, dan dengan harga itu pun barangnya tidak ada di pasar.

Perajin disodori minyak goreng kemasan dengan harga Rp285.000 per karton yang dulunya Rp120.000 per karton. “Dengan banyak kenaikan harga itu, saat ini kami harus tombok Rp550.000 untuk produksi satu kuintal tahu dan tempe,” ucap Tri Wahyudi.

Advertisement

Dalam aksinya, para perajin tahu tempe menggelar aksi teatrikal di halaman, membawa produk mereka yaitu tahu, tempe serta minyak goreng. Selanjutnya, perwakilan dari mereka diterima untuk audiensi bersama Wakil Ketua DPRD Magelang, Soeharno, serta Komisi II terdiri Ketua Prihadi; Wakil Ketua Gunawan, Sekretaris Sobikin, dan anggota Suharno, Gunawan Sugiarno, Sarimin, Sarifah Apriliani, Joko Anaryanto dan Sonhaji.

Para wakil rakyat itu berjanji akan menyampaikan ke Pemerintah Pusat aspirasi dari paguyuban pengrajin tahu tempe Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo untuk mengendalikan harga kedelai dan minyak goreng.

“Kami akan langsung mengirimkan surat aspirasi dari pengrajin tahu dan tempe ini dan diberi pengantar sehingga lebih cepat. Jadi kami tidak hanya memberi harapan tetapi kami apa yang menjadi harapan paguyuban kami laporkan secepatnya agar ada solusi,” kata Soeharno.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Perbaikan Jembatan Pucung Gunungkidul Ditaksir Mencapai Rp1,5 Miliar

Gunungkidul
| Selasa, 29 November 2022, 12:17 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement