Advertisement
Geo Dipa Jelaskan Kronologi Keluarnya Gas Beracun yang Tewaskan Pekerja di Dieng
Ilustrasi kematian karena kecelakaan kerja. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BANJARNEGARA—PT Geo Dipa Energi (Persero) menjelaskan kronologi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya satu pekerja di PT. Geo Dipa Energi (Persero) wilayah kerja Unit Dieng terjadi pada PAD 28, Dukuh Pawuhan, Desa Karangtengah, Kecematan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (12/3/2022).
BACA JUGA: 15 Orang Terkena Gas Beracun di Dieng, Satu Meninggal Dunia
Advertisement
Perseroan menegaskan prosedur operasional standar atau standard operating procedure (SOP) sudah dijalankan sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan kerja yang berlaku. Corporate Secretary P. Geo Dipa Energi (Persero) Endang Iswandini juga mengatakan tidak ada ledakan di salah satu sumur. Insiden tersebut juga tidak terjadi pada sumur pengeboran.
Kecelakaan kerja di PT Geo Dipa Energi (Persero) bermula sekitar pukul 14:55, Sabtu (12/3).
“Kejadian ini berawal dari kegiatan quenching sumur, salah seorang pekerja yang merupakan pelaksana pekerjaan workover berinisiatif memeriksa relief valve di mud pump-1 yang terbuka secara otomatis. Kemudian pekerja tersebut terjatuh pingsan dan dievakuasi ke Puskesmas Kejajar 1 Wonosobo. Diduga korban terpapar gas beracun yang keluar bersama dengan air saat relief valve terbuka otomatis,” kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/3/2022).
Korban sementara yang tercatat sebanyak tujuh orang. Enam orang sudah dilarikan ke RSUD KRT Soetjonegoro Wonosobo setelah mendapatkan tindakan medis awal di Puskesmas Kejajar. “Dari total korban tersebut, satu orang meninggal dunia di puskesmas. Kamipastikan bahwa tidak ada masyarakat yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Korban adalah pekerja yang berada pada lokasi tersebut,” katanya.
Manajemen mengucapkan turut berduka cita atas terjadinya kecelakaan kerja tersebut. PT Geo Dipa Energi (Persero) akan bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan tersebut kepada seluruh korban yang terdampak.
Kepala Desa Katangtengah, Mukhodin, mengatakan, saat kejadian kabut cukup tebal, sehingga ada kemungkinan gas tidak menguap seperti biasanya.
“Itu memang gasnya enggak bau. Itu langsung terdeteksi ketika gasnya keluar, tapi korban enggak sempat lari karena gas enggak berbau,” kata Mukhodin.
“Gas beracunnya sudah hilang setelah beberapa menit kejadian, sumur sudah dimatikan lagi, sudah aman.”
BACA JUGA: Derita Rakyat! Warga Mengantre Sejak Subuh Demi Minyak Goreng
Mukhodin juga belum mendapat laporan adanya korban dari masyarakat umum, atau selain dari pekerja. Menurut Humas RSUD KRT. Soetjonegoro Wonosobo, Rr. Tri Lestari, sudah ada sembilan pasien terdampak gas beracun yang masuk ke rumah sakit sampai Sabtu (12/3/2022) sekitar pukul 19.40 WIB. Satu pasien meninggal dunia dan delapan berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "[Untuk pasien yang berada di IGD] tiga orang terjadi penurunan kesadaran, lima dalam kondisi stabil," kata Rr. Tri.
Beberapa korban masih berada di Puskesmas Kejajar untuk mendapatkan perawatan. Sejauh ini belum ada informasi kandungan gas beracun yang masuk ke tubuh para pekerja. "Karena gas bumi itu macam-macam jenisnya, yang jelas gas bumi akan meracuni darah, yang terserang paru-paru," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








