Advertisement
Riset: UGM Sebut Masyarakat Ingin Gojek dan Angkutan Umum Terintegrasi
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Kajian Transportasi & Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan fakta bahwa mayoritas masyarakat atau pengguna jasa transportasi online seperti Gojek berharap adanya integrasi layanan dengan angkutan umum massal.
Peneliti Pustral UGM Muhammad Zudhy Irawan mengatakan dalam penelitian yang dilakukan, 76,12 persen responden mendukung apabila layanan transportasi umum dan layanan ride-hailing (transportasi online) bisa bekerja sama.
Advertisement
"Semakin sering orang menggunakan angkutan umum, maka semakin sering orang tersebut menggunakan layanan ride-hailing," katanya dalam konferensi pers virtual bersama Gojek, Selasa (18/1/2022).
Menurutnya, kehadiran Gojek sebagai penyambung antarmoda transportasi dan berfungsi sebagai first-mile dan last-mile yang akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat. Dengan begitu inovasi kedua jenis transportasi ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat sebagai pengguna jasa.
BACA JUGA: Warga Sleman Pertanyakan Nasib Sertifikat dan Ganti Rugi Tol Jogja-Solo
Sementara itu Head of Global Transport Marketing Gojek Amanda Parikesit mengatakan pihaknya akan fokus pada dua hal di tahun ini, yakni keterandalan layanan dan integrasi transportasi.
Terkait integrasi ini, Amanda mengaku telah menjalin kerja sama dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter melalui fitur GoTransit.
"Dengan integrasi ini, penumpang akan dapat membeli tiket KRL lewat aplikasi Gojek, merencanakan paket perjalanan bundling menggunakan GoRide/GoCar dan KRL, serta menikmati fasilitas titik jemput atau area tunggu yang sejak beberapa tahun belakangan ini telah Gojek bangun di beberapa stasiun KRL," ujarnya.
Lebih lanjut Amanda menuturkan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan KAI Commuter, Gojek berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman mobilitas multi-moda terbaik bagi masyarakat.
Terlebih, sambung dia, selama ini berdasarkan data yang ada, 11 Stasiun KRL di Jabodetabek paling sering digunakan sebagai titik asal/tujuan layanan transportasi Gojek.
Amanda juga berharap, rangkaian inovasi dan inisiatif yang hadirkan Gojek menjadi wujud responsif dan adaptif perusahaan terhadap kebutuhan transportasi masyarakat yang dinamis, khususnya di tengah pandemi.
"Kita ingin menciptakan bagaimana hanya dengan satu aplikasi Gojek mereka benar-benar bisa dari door to door sudah mendapatkan solusi transportasi terintegrasi. Jadi itu sih yang akan kita fokuskan di 2022 ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kericuhan Antar Pelajar Terjadi di Depan SMA Swasta Jogja
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Gonjang-ganjing Pasar Saham, Sejumlah Petinggi OJK Mundur
- Kericuhan Suporter Usai Persita vs Persija Berhasil Diredam
- Demonstrasi Besar Tolak Operasi ICE Guncang Minneapolis AS
- JPS Sleman 2025 Terserap Rp14,5 Miliar, Pendidikan Dominan
- Raffi Ahmad Sampaikan Salam Prabowo untuk Korban Longsor di Bandung
- Jokowi Siap Turun Gunung Perkuat Struktur PSI hingga RT RW
- IHSG Terjun Bebas, Pakar UGM Soroti Krisis Kepercayaan Pasar
Advertisement
Advertisement



