Pemerintah Larang Pesepakbola China Punya Tato, Ini Alasannya

Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan di Beijing, China, 1 Juli 2021. China akan menyumbang dua miliar dosis vaksin dan 100 juta dolar untuk membantu negara-negara berkembang. - Antara/Reuters
31 Desember 2021 13:37 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pesepakbola asal China resmi dilarang untuk memiliki atau mengukir tato.

Dikutip dari BBC International, Negeri bambu tersebut menyarankan setiap pesepakbola yang sudah memiliki tato untuk menghapusnya.

Badan administrasi olahraga tersebut mengatakan akan merekrut pemain baru yang punya tato di tingkat nasional dan tim remaja sangat dilarang.

Selain itu, pemerintah China mengeklaim, langkah itu akan membantu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Penyebabnya, beberapa pemain bintang China, termasuk bek Zhang Linpeng, telah diberitahu untuk menutupi tato mereka.

Tidak hanya itu, China makin meningkatkan peraturan tersebut sejak pertengahan 2018 untuk menghentikan tato ditampilkan di televisi.

Bahkan, pesepakbola profesional telah menutupi tangan mereka dengan kaus lengan panjang untuk menyembunyikan tato di tubuh mereka.

"Dalam keadaan khusus, tato harus ditutupi selama pelatihan dan kompetisi, dengan persetujuan anggota tim lainnya," demikian bunyi pernyataan resmi Administrasi Umum Olahraga (GAS) China, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC International, Jumat (31/12/2021).

BACA JUGA: Catatan Ekonomi DIY 2021: Berat Beban Tulang Punggung Perekonomian

Dalam budaya China, stigma penjahat disebut telah melekat pada mereka yang memiliki tato. Selain itu, bagi Cina, tato masih memiliki hubungan dengan kelompok kejahatan terorganisir di Asia Timur.

Tato di antara kelompok etnis sering dilihat sebagai tanda tidak beradab. Mereka tidak disetujui oleh Partai Komunis Cina yang berkuasa, tetapi telah menjadi semakin populer di kalangan anak Negeri Tirai Bambu.

Awal tahun ini, regulator penyiaran China juga mengumumkan bahwa mereka memperketat aturan tentang apa yang disebutnya sebagai 'konten tidak sehat'.

Desember 2021 pun pertandingan sepak bola universitas wanita di Cina harus dibatalkan setelah para pemain diberi tahu bahwa mereka tidak boleh mewarnai rambut.

Sumber : Bisnis.com