WHO Beri Izin Darurat Vaksin Covid Novavax

Ilustrasi - twitter.com/@adarpoonawalla
19 Desember 2021 13:57 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memberikan persetujuan darurat untuk vaksin virus corona yang dibuat oleh Novavax yang berbasis di AS dan Serum Institute of India.

Vaksin CovavaxTM itu, adalah vaksin ke sembilan yang diberikan otorisasi penggunaan darurat dari badan kesehatan PBB.

Mengutip ABC News, vaksin tersebut telah lama diantisipasi untuk membantu meningkatkan pasokan vaksin global, karena vaksin ini hanya memerlukan penyimpanan berpendingin, yang cocok bagi negara-negara berpenghasilan rendah dibandingkan dengan vaksin lain yang membutuhkan penyimpanan yang sangat dingin.

“Daftar izin darurat ini bertujuan untuk meningkatkan akses khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah, 41 di antaranya masih belum dapat memvaksinasi 10% dari populasinya, sementara 98 negara belum mencapai 40%,” kata Dr. Mariangela Simao, Asisten Direktur WHO Umum untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan.

Program COVAX yang didukung PBB, yang mengirimkan vaksin virus corona ke banyak negara miskin, memiliki kesepakatan untuk menerima sekitar 1,35 miliar dosis Novavax yang diproduksi oleh Serum Institute, pembuat vaksin terbesar di dunia yang memiliki lisensi untuk memproduksinya.

Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk memproduksi jenis vaksin lain. Novavax yang berbasis di Maryland menggunakan rekayasa genetika untuk menumbuhkan salinan protein lonjakan virus corona yang tidak berbahaya dalam sel serangga. Para ilmuwan mengekstrak dan memurnikan protein dan kemudian mencampurnya dengan bahan kimia yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Novavax tertunda selama berbulan-bulan karena masalah antrian manufaktur skala besar. Regimen penuh membutuhkan dua dosis.

Novavax telah diberikan otorisasi penggunaan darurat di Indonesia dan Filipina, memiliki aplikasi yang tertunda di European Medicines Agency dan Inggris, dan berencana untuk mengajukan ke U.S. Food and Drug Administration pada akhir tahun.

Musim panas lalu, Novavax melaporkan bahwa penelitian terhadap 30.000 orang di AS dan Meksiko menemukan bahwa vaksin tersebut aman dan 90% efektif melawan infeksi simtomatik dari varian sebelumnya, serupa dengan temuan dari uji coba terhadap 15.000 orang di Inggris. Sebuah studi lanjutan menemukan dosis booster enam bulan setelah suntikan terakhir dapat meningkatkan antibodi pelawan virus yang cukup untuk mengatasi varian delta ekstra-menular.

Novavax mengatakan saat ini sedang menguji bagaimana bidikan akan bertahan terhadap varian omicron, dan seperti produsen lain telah mulai merumuskan versi yang diperbarui untuk mencocokkan omicron dengan lebih baik jika pada akhirnya dibutuhkan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia