Advertisement
Kemenkes Sebut 23 Negara Terinfeksi Varian Omicron
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan per 30 November terdapat 23 negara yang melaporkan kasus varian terbaru virus Corona, yaitu Omicron (B.1.1.529).
Sejumlah Negara yang dimaksud adalah yaitu Austria, Australia, Belgia, Botswana, Canada, Ceko, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Switzerland, dan Inggris.
Advertisement
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini untuk varian omicron tengah terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 menjadi 249 kasus di tingkat global.
Adapun, varian Omicron atau B.1.1.529 di Afrika Selatan banyak terdeteksi pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang belum divaksinasi. Namun, apabila merujuk ke Tanah Air hingga saat ini, kasus Covid-19 pada ODHA cukup rendah.
Penyebabnya, mayoritas ODHA di Tanah Air disebutkan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Juni 2021.
"Jadi sebagian besar teman-teman ODHA di sini saat ini sedang mendapatkan vaksinasi, dari data yang kita pantau kejadian Covid-19 pada ODHA ini sangat kecil yang hanya satu-dua saja kasus infeksi antara orang dengan HIV dan Covid-19," ujarnya lewat Siaran Pers PPKM, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (1/12/2021).
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan, penyebab kasus Covid-19 di Afrika Selatan yang banyak menyerang ODHA tidak hanya karena cakupan vaksinasi rendah, melainkan mereka belum memulai obat antiretroviral (ARV).
"Ini beruntunglah kita juga teman-teman ODHA di Indonesia ini sedang banyak yang mengakses ARV yang kita lihat ada 139.000 orang dengan HIV itu dan ini sudah mendapatkan ARV," katanya.
Sementara itu, Nadia turut mengimbau agar seluruh daerah di Indonesia dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya varian Omicron.
"Oleh karena itu kita jangan seperti [Negara] itu [Afrika Selatan] kita harus terus konsisten meningkatkan cakupan vaksinasi," katanya.
Dia mengatakan, pada 26 November, varian Omicron ditetapkan sebagai varian of concern sehingga perlu menjadi kewaspadaan bagi seluruh masyarakat global.
“Saat ini cakupan imunisasi lengkap Covid-19 di tingkat global sudah mencapai 41 persen. Kendati demikian, masih rendah cakupannya tersebut mengharuskan kita tetap waspada,” tuturnya.
Sementara itu, Nadia pun menyebutkan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di tingkat global terus berlanjut dalam satu bulan terakhir dengan total kasus lebih dari 260 juta dan lebih dari 5,2 juta kasus kematian.
Dia mengatakan Eropa menjadi penyumbang tertinggi kasus global yang menyumbang sebanyak hampir 70 persen kasus, di mana negara yang melaporkan jumlah kasus tertinggi yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Rusia, dan Prancis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Kejari Bantul Periksa Pihak Bank Terkait Dugaan Korupsi di Wonokromo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Kebakaran Rumah di Kasihan Bantul, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Libur Nataru, Tol Jogja-Solo Jadi Ruas Tersibuk di Regional Nusantara
- Prabowo Ungkap Alasan Retret Kabinet di Hambalang Awal 2026
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Big Match Liga Inggris: Arsenal vs Liverpool di Emirates
Advertisement
Advertisement




