Survei IPO: Bahlil Jadi Menteri Paling Diingat Publik
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron/DW.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan per 30 November terdapat 23 negara yang melaporkan kasus varian terbaru virus Corona, yaitu Omicron (B.1.1.529).
Sejumlah Negara yang dimaksud adalah yaitu Austria, Australia, Belgia, Botswana, Canada, Ceko, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Switzerland, dan Inggris.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini untuk varian omicron tengah terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 menjadi 249 kasus di tingkat global.
Adapun, varian Omicron atau B.1.1.529 di Afrika Selatan banyak terdeteksi pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang belum divaksinasi. Namun, apabila merujuk ke Tanah Air hingga saat ini, kasus Covid-19 pada ODHA cukup rendah.
Penyebabnya, mayoritas ODHA di Tanah Air disebutkan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Juni 2021.
"Jadi sebagian besar teman-teman ODHA di sini saat ini sedang mendapatkan vaksinasi, dari data yang kita pantau kejadian Covid-19 pada ODHA ini sangat kecil yang hanya satu-dua saja kasus infeksi antara orang dengan HIV dan Covid-19," ujarnya lewat Siaran Pers PPKM, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (1/12/2021).
Lebih lanjut, Nadia menjelaskan, penyebab kasus Covid-19 di Afrika Selatan yang banyak menyerang ODHA tidak hanya karena cakupan vaksinasi rendah, melainkan mereka belum memulai obat antiretroviral (ARV).
"Ini beruntunglah kita juga teman-teman ODHA di Indonesia ini sedang banyak yang mengakses ARV yang kita lihat ada 139.000 orang dengan HIV itu dan ini sudah mendapatkan ARV," katanya.
Sementara itu, Nadia turut mengimbau agar seluruh daerah di Indonesia dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya varian Omicron.
"Oleh karena itu kita jangan seperti [Negara] itu [Afrika Selatan] kita harus terus konsisten meningkatkan cakupan vaksinasi," katanya.
Dia mengatakan, pada 26 November, varian Omicron ditetapkan sebagai varian of concern sehingga perlu menjadi kewaspadaan bagi seluruh masyarakat global.
“Saat ini cakupan imunisasi lengkap Covid-19 di tingkat global sudah mencapai 41 persen. Kendati demikian, masih rendah cakupannya tersebut mengharuskan kita tetap waspada,” tuturnya.
Sementara itu, Nadia pun menyebutkan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di tingkat global terus berlanjut dalam satu bulan terakhir dengan total kasus lebih dari 260 juta dan lebih dari 5,2 juta kasus kematian.
Dia mengatakan Eropa menjadi penyumbang tertinggi kasus global yang menyumbang sebanyak hampir 70 persen kasus, di mana negara yang melaporkan jumlah kasus tertinggi yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Rusia, dan Prancis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Lima remaja SMP dan SMK diamankan warga di Karangnongko, Klaten. Mereka diduga hendak nglitih dan kedapatan membawa stik golf serta selang.
Polisi mendalami motif penyerangan tiga jemaah Masjid Darul Ma’arif di Duren Sawit. Sejumlah senjata tajam dan tabung gas ditemukan.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.
Lima mahasiswa UGM asal Banyumas mengolah limbah jerami menjadi hard carbon untuk material anoda baterai ion natrium.