Advertisement
Pemerintah Ingin Subsidi Mobil Listrik, Ini Penjelasan Menko Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -Pemerintah melontarkan wacana ihwal keharusan menyubsidi mobil listrik.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut mobil listrik harus disubsidi oleh pemerintah.
Advertisement
Menurutnya, subsidi tersebut langsung menyasar pada penurunan harga kendaraan listrik. Hal itu dengan harapan serapan di pasar dalam negeri dapat ditingkatkan di tahap awal pengembangannya.
Sampai volume produksinya bertambah, harganya akan turun mengikuti mekanisme pasar.
"Mobil listrik harus disubsidi pemerintah. Subsidinya itu ada gap 12 persen dibandingkan mobil biasa," kata Luhut dalam webinar, Rabu (17/11/2021).
Luhut mengatakan pemerintah tengah menggodok kebijakan tersebut, termasuk insentif untuk kendaraan listrik roda dua.
Seperti diketahui, pengenaan subsidi pemangkasan harga kendaraan listrik sudah jamak di banyak negara, seperti di kawasan Eropa, Jepang, dan China. Bahkan di China dan Norwegia, pembeli kendaraan listrik diberikan manfaat uang tunai langsung.
Sementara itu, berdasarkan studi Deliotte, 61 persen responden Indonesia akan membeli kendaraan listrik jika harganya sama dengan mobil berbahan bakar fosil. Adapun 23 persen diantaranya berniat membeli jika harganya lebih murah.
BACA JUGA: Pengumuman untuk Buruh! Besok UMP 2022 di DIY Ditetapkan
Kisaran harga mobil listrik saat ini sekitar Rp800 juta, sedangkan daya beli masyarakat berpenghasilan menengah baru sekitar Rp300 juta. Berkaca dari data tersebut, pengembangan kendaraan listrik seharusnya tidak hanya fokus pada mobil, tetapi juga sepeda motor.
Khusus untuk sepeda motor, Luhut mengatakan pemerintah juga tengah menyiapkan infrastruktur penggantian baterai atau battery swapping untuk mendukung mobilitas dan efisiensi waktu pengisian daya. Dia menargetkan pengadaan fasilitas tersebut dapat selesai dalam enam bulan ke depan.
"Saya pikir kita harus selesai dalam enam bulan ke depan, karena kita sudah mulai jual sepeda motor listrik, infrastruktur sudah jalan, pemerintah akan melihat secara terintegrasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Permainan Sederhana Bikin Lebaran Anak Lebih Seru Tanpa Gadget
- Skuad Timnas Indonesia Dipangkas Tajam Jelang FIFA Series
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Film Na Willa, Kisah Masa Kecil yang Mengusik Cara Memaknai Hidup
- Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
- Dana Desa Tahap 1 Mulai Disalurkan April di Bantul
Advertisement
Advertisement








