Advertisement
Jepang Puji Cara Penanganan Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Jepang memuji penanganan pandemi Covid-19 Indonesia terutama setelah gelombang kedua yang menunjukkan penurunan signifikan.
"Saya sangat senang karena langkah-langkah dari kepemimpinan pemerintah Indonesia, termasuk pembatasan dari kegiatan sosial, saat ini situasinya di Indonesia terlihat menurun dengan sangat signifikan," kata Menteri Ekonomi dan Pembangunan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Masato Usui dalam dalam webinar yang bertajuk Tren Masa Depan Dunia Kerja dan K3 Usai Pandemi di Jakarta, Rabu (10/11/2021).
Advertisement
Ia mengatakan bahwa Covid-19 sangat memberikan dampak pada seluruh negara, terutama Indonesia dan Jepang yang bekerja sama untuk mengatasi situasi yang sulit, khususnya penyediaan alat kesehatan.
Dengan tren kasus Covid-19 yang terus menurun, menurut dia, kedua negara sudah sampai di tahap baru untuk pemulihan ekonomi dan sosial.
"Pemulihan kegiatan ekonomi dan sosial sudah kita nanti-nantikan selama ini. Tahapan baru ini harus dilanjutkan dan diperluas lagi," katanya.
Baca juga: 5 Kecamatan di Bantul yang Masuk Zona Hijau Covid-19
Berdasarkan data pemerintah terkait dengan peta sebaran Covid-19, kasus aktif per Rabu (10/11/2021) terdapat sebanyak 9.537 kasus atau berkurang 65 kasus (0.2 persen), sebanyak 4.096.194 orang yang sembuh atau bertambah 531 orang (6,4 persen), dan meninggal 143.592 orang atau bertambah 14 kasus (3,4 persen).
Selain itu, jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksin pertama mencapai 127.335.266 orang dan sebanyak 80.954.139 orang sudah divaksin lengkap.
Namun, Usui menekankan bahwa pemulihan ekonomi dan sosial harus sejalan dengan pencegahan infeksi yang baru, terutama di tempat kerja.
Dalam hal ini, dia mengatakan bahwa Jepang memberikan bantuan keuangan kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di tempat kerja.
"Dalam proyek ini terdapat dua bagian, yang pertama adalah memberikan penilaian risiko pencegahan infeksi di tempat kerja. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi bisa berkonsultasi dengan dokter terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Saya berharap lebih banyak perusahaan yang mendapat manfaat dari proyek ini," katanya.
Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan hibah darurat senilai lebih dari 5,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp81,4 miliar sesuai dengan kebutuhan Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.
Dana tersebut yang terbaru dialokasikan untuk sumbangan 2.800 oxygen concentrator melalui the United Nations Office for Project Services (UNOPS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dubes Palestina Puji Dukungan Indonesia untuk Gaza
- YIA Borong 6 Penghargaan ASQ Asia-Pasifik 2025
- DKP DIY Genjot Konsumsi Ikan dengan 795 Kegiatan di 2026
- Harga Pangan Terbaru Sabtu 28 Februari 2026
- Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp40.000, Tembus Rp3.085.000 per Gram
- Mahasiswa Coret Jilbab Polwan, Ini Respons Kepolisian
- AS Larang Warganya ke Iran, Marco Rubio Ancam Pembatasan Paspor
Advertisement
Advertisement









