Advertisement
Pandemi Mereda, Jubir Satgas Ingatkan Prokes dan 3T
Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)- KPCPEN, Selasa (9/11/2021). - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kasus Covid-19 di berbagai daerah cenderung mereda selama beberapakn pekan terakhir. Akantetapi semua pihak diingatkan agar tetap memperketat protokol kesehatan (prokes), selain itu pemerintah daerah terus melakukan testing, tracing dan treatment atau 3T.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi situasi pandemi di Indonesia memang makin membaik. Kepatuhan terhadap prokes dinilainya cukup baik, terutama dalam mengenakan masker. Namun situasi pandemi bukan hanya terkait prokes namun juga 3T yang harus terus dilakukan.
Advertisement
BACA JUGA : Ini Penyebab Kasus Covid-19 di DIY Melonjak Lagi
“Unsur lain seperti bagaimana mobilitas dibatasi, testing atau deteksi dini untuk menemukan kasus positif dan memisahkan dengan masyarakat yang sehat, serta vaksinasi,” ujarnya dalam rilis yang dikirim Bidang Media KPC-PEN, Selasa (9/11/20210.
Ia menambahkan hingga saat ini sebanyak 205 juta dosis vaksin sudah disuntikkan. Masih ada tantangan dalam hal distribusi vaksin ke daerah, baik terkait transportasi dari pusat ke provinsi hingga kabupaten/kota, atau jarak dari tempat tinggal penduduk ke fasyankes terdekat.
Guna meminimalisasi, tenaga kesehatan harus berkoordinasi melakukan vaksinasi door to door. Sedangkan untuk daerah yang cakupan vaksinasinya mencapai 60-70% dapat dilakukan penyisiran. Menurutnya butuh edukasi untuk meyakinkan masyarakat agar mau divaksin.
Ia menyampaikan abeberapa kriteria yang dilihat terkait bagaimana daerah menghadapi pandemi, terutama kolaborasi lintas sektor menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Menurutnya sektor kesehatan butuh dukungan sektor lain.
“Saat rem darurat, semua sektor harus melakukan hal yang sama. Bagaimana kebijakan pemerintah disikapi masyarakat dengan patuh, mengajak beberapa elemen masyarakat agar memahami penerapan aturan PPKM,” ucapnya.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA menyatakan, meski situasi COVID-19 Indonesia sudah membaik, kewaspadaan tidak boleh dilonggarkan. Situasi membaik bukan berarti persoalan sudah hilang.
BACA JUGA : Menyebar ke 3 Kabupaten, Ini Awal Mula Kemunculan Klaster
“Virus masih ada, makanya tetap waspada tidak boleh lengah. Sejak awal Bapak Presiden katakan kepada kita sistem penanganan yang kita gunakan untuk pandemi adalah strategi gas dan rem,” ujarnya.
Safrizal menyampaikan, dengan kerja sama semua pihak dan memperhatikan situasi yang berkembang, diharapkan bisa tercapai pertumbuhan ekonomi 4% bahkan 5% di akhir tahun 2021. “Kita akan genjot perekonomian namun tetap dengan tingkat kedisiplinan tinggi dan saling melindungi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Empat Pelajar Terseret Arus Rip Current Paris, Begini Kondisinya
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Netanyahu Banjir Hujatan Usai Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan
- Kendaraan Masuk Tol Purwomartani Tembus 6.072 Saat Lebaran
- Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta
- Kebijakan WFH Sehari Mulai Dimatangkan untuk Hemat BBM
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- Waspadai Lonjakan Gula Darah dan Kolesterol Tinggi Usai Lebaran
- Puluhan Negara Siap Menjaga Distribusi Energi di Selat Hormuz Iran
Advertisement
Advertisement







