Mengenal Gempa Swarm, Gempa yang Guncang Salatiga 24 Kali

Ilustrasi seismograf. Alat ini merupakat perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. - Antara
24 Oktober 2021 21:57 WIB Restu Wahyuning Asih News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Gempa swarm yang terjadi di wilayah Salatiga.

Pada Sabtu (23/10/2021), setidaknya wilayah Banyubiru, Ambarawa dan Bawen mengalami gempa swarm.

Mengutip dari laman Twitter BMKG, Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dgn frekuensi kejadian yg sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan.

Gempa swarm terjadi tanpa ada gempa utama (mainshock), seperti pada umumnya gempa utama lebih besar kekuatannya dibandingkan gempa susulan.

Karena aktivitasnya yang terus menerus, gempa ini jarang yang menimbulkan kerusakan.

Kemudian jika gempa swarm ditemukan di wilayah pesisir pantai, maka efek dari guncangannya tak akan menimbulkan tsunami.

Dari laporan BMKG, gempa swarm tidak hanya berkaitan dengan kawasan gunung api.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanik.

Kemudian gempa swarm juga dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh yang terbangun medan tegangan, sehingga mudah terjadi retakan (fractures).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia