Banjir Bandang India dan Nepal Tewaskan Lebih 100 Orang

Korban banjir berjalan melintasi jalan raya nasional yang banjir setelah sungai Kosi meluap menyusul hujan lebat di dekat Rampur di negara bagian Uttar Pradesh India pada 20 Oktober 2021. Saat ini jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di India dan Nepal melewati angka 100. - Istimewa
21 Oktober 2021 13:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Lebih dari 100 orang tewas setelah hujan deras memicu banjir bandang di negara bagian Uttarakhand di India utara dan di sebagian wilayah Nepal.

Rumah-rumah terendam atau hancur oleh batu yang tersapu tanah longsor. Sekitar 50 orang, termasuk lima dari satu keluarga, meninggal di Uttarakhand dan jumlah yang sama juga tercatat di Nepal.

Puluhan orang dinyatakan hilang di kedua negara. Sebelumnya, hujan di negara bagian Kerala India juga memicu banjir mematikan dan telah menyebabkan 39 orang tewas.

BACA JUGA : Banjir Bandang Berpotensi Besar Terjadi di Sleman

Enam mayat ditemukan kemarin di Uttarakhand, sehingga menjadikan jumlah korban tewas di negara bagian Himalaya, sebuah tempat wisata populer, menjadi 52 orang.

Sekolah telah ditutup dan kegiatan keagamaan serta aktivitas wisata ditangguhkan di negara bagian itu. Sungai Gangga juga meluap di Rishikesh dan wilayah Nainital yang populer sangat terdampak bencana itu.

Uttarakhand, yang biasanya mengalami curah hujan hingga 30,5 mm (1,2 inci) sepanjang Oktober, mencatat kenaikan hingga 328 mm dalam periode 24 jam sepekan terakhir.

BACA JUGA : Banjir Bandang di Ngada, 2 Meninggal, Satu Hilang

Departemen Meteorologi India menyebut, curah hujan sekarang mulai berkurang, sedangkan curah hujan di Nepal mungkin tidak begitu cepat mereda.

Daerah yang terkena dampak terburuk adalah distrik Panchthar di Nepal timur, dan Ilam, serta Doti di Nepal barat. Tim penyelamat dilaporkan berjuang untuk mencapai 60 orang yang terdampar selama dua hari di desa Seti di Nepal barat. Sementara itu, Pemerintah Nepal memberikan US$1.700 (£1.220) kepada setiap keluarga korban banjir.

 

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia