PAN Nilai Usulan Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Layak Dikaji
PAN menilai usulan Pilkada tanpa wakil kepala daerah layak dikaji. Evaluasi sistem dinilai penting untuk memperkuat demokrasi dan pemerintahan daerah.
Utusan Kapolda Jateng menemui Seorang pensiunan polisi di Kota Semarang, Aipda (purn) Agus Dartono (61) di rumahnya, yang terpaksa menjadi "manusia silver" untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Minggu (26/9/2021). - Antara - Humas Polda Jateng.
Harianjogja.com, SEMARANG - Agus Dartono, 61, pensiunan polisi yang viral karena menjadi manusia silver di Kota Semarang mengaku kesulitan ekonomi sehingga mengemis di jalanan.
Agus mengaku sejak pensiun dari polisi pada tahun 2018 lalu, hidupnya serba kekurangan.
Saat ini ia juga hidup seorang diri setelah bercerai dengan sang istri.
“Saya hidup sendiri tidak ada uang, rumah bocor, layanan air diputus. Untuk mandi saya biasanya di terminal. Saya putuskan mencari uang tambahan dengan cara ngamen jadi manusia silver. Biasanya saya mangkal di Semarang Barat,” ungkapnya.
Untuk setiap mangkal sehari penghasilan tidak menentu. Sedangkan untuk melumuri badan dengan cat silver itu belajar dari teman-teman lainnya.
“Idenya dari orang orang, saya coba lumuri sendiri bahanya beli di toko. Sehari mangkal dapat Rp20.000 hingga Rp25.000,” ujarnya.
Di masa tuanya, Agus mengaku tak bisa menikmati dana pensiun sebagai polisi secara maksimal. Ia mengaku hanya menerima sisa gaji Rp800.00 setelah dipotong utang.
“SK Pensiun saya masuk ke Bank BRI. Semua anak di luar kota, ada yang di kalimantan. Kadang menengok, kadang tidak. Kalau mau minta anak kan tidak enak. Apalagi saya kan pensiunan polisi ya malu kalau minta. Makanya saya jadi manusia silver,” jelasnya.
Setelah terjaring razia Satpol PP dan videonya viral di media sosial itu, ia mengaku mendapat perhatian Kapolrestabes Semarang.
Ia dijanjikan sebagai anggota satuan petugas keamanan atau satpam.
Tak hanya itu, ia juga diberikan modal usaha untuk membuka warung kelontong.
Agus pun tak kuat menahan haru atas bantuan yang diberikan itu.
“Pak Kapolrestabes Semarang dan Pepabri akan membukakan usaha warung kelontong untuk menghibur masa tua saya. Saya akan bekerja sebagai satpam. Mendedikasikan diri dengan baik kepada pabrik, seperti halnya ketika saya mengabdi untuk negara. Tapi saya belum tahu jadi satpam di pabrik mana,” kata Agus Dartono, kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Senin (27/9/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
PAN menilai usulan Pilkada tanpa wakil kepala daerah layak dikaji. Evaluasi sistem dinilai penting untuk memperkuat demokrasi dan pemerintahan daerah.
FK-KMK UGM menggelar PIONIR Morfogenesis 2026 dengan pendekatan humanis, tanpa perploncoan, untuk menyambut 553 mahasiswa baru.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
Hasto Kristiyanto menegaskan Hari ASI Sedunia menjadi gerakan membangun peradaban. PDIP juga menyoroti pentingnya ASI untuk mencegah stunting.