Pramono Anung Usul Anggaran Staf Khusus Milenial Presiden Ditambah Rp3,6 Miliar

Presiden Joko Widodo bersama staf khusus (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). - Antara/Wahyu Putro A
20 September 2021 17:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengusulkan penambahan anggaran untuk merealisasikan sejumlah program baru pada 2022 ke Komisi II DPR.

“Ada beberapa penambahan, yang pertama kegiatan staf khusus presiden dari kalangan milenial sebagai tindak lanjut arahan Presiden sebesar Rp3,6 miliar,” katanya dalam raker Komisi II DPR RI, dikutip dari YouTube Komisi II DPR RI Channel, Senin (20/9/2021).

Lalu, penambahan anggaran sebesar Rp24,1 miliar untuk program pengintegrasian sistem informasi E-Cabinet, pembayaran kekurangan biaya sewa ruang kerja sebesar Rp7,8 miliar, dan pelaksanaan uji kompetensi pegawai Rp1,3 miliar.

Tambahan anggaran juga diperlukan untuk penyiapan kegiatan sidang tim penilai akhir sebesar Rp1,2 miliar, pelaksanaan kegiatan pengawasan internal Rp191 juta, dan pengadaan perlengkapan penyelenggaraan sidang kabinet sekitar Rp403 juta.

Seskab juga mengatakan bahwa ada program baru yaitu penyiapan naskah kepresidenan dan penerjemahan yang membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

“Sehingga total usulan tambahan anggaran Sekretariat Kabinet sekitar Rp39,957 miliar,” kata Seskab.

Adapun sebelumnya, total pagu anggaran indikatif Setkab untuk tahun 2022 yang telah ditetapkan sebesar Rp326 miliar.

Usulan tersebut mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Menurutnya, usulan tambahan anggaran tersebut masih wajar dan program-program yang akan dilakukan juga penting.

“Itu sesuatu yang logis dan bukan mengada-ada sehingga dukungan kami dan kita bersama badan anggaran akan kita perjuangkan,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com