Advertisement
Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Berbagai Pihak untuk Amankan Vaksin Covid-19
Menteri Luar Negerti Retno LP Marsudi usai menerima 3,8 juta vaksin jadi AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, Senin (26/4/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin Covid-19 nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang.
Saat ini, Menlu tengah melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles dan Houston, Amerika Serikat untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin dan teknologi vaksin multiplatform. Berbagai penjajakan kerja sama ini juga bertujuan untuk membangun kemandirian industri kesehatan Indonesia.
“Kunjungan ini adalah tindak lanjut kunjungan saya Agustus lalu ke Washington DC di mana AS dan Indonesia siap kerja sama untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Ini dilakukan untuk memenuhi target dan harapan yang sudah ditetapkan oleh Bapak Presiden Jokowi,” kata Menlu dalam keterangan resmi, Jumat (17/9/2021).
Retno menjelaskan bahwa beberapa hari lalu COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman 2 miliar dosis vaksin hingga akhir tahun.
Bahkan COVAX yang merupakan program bersama untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19 melalui kolaborasi mempercepat penelitian, produksi, dan akses yang setara atas vaksin Covid-19 telah menetapkan deadline baru untuk target ini yaitu kuartal pertama 2022.
Arti penting dose-sharing (berbagi vaksin), tambah Retno, juga disampaikan oleh Dirjen WHO pada 5 September saat bertemu dengan Menkes negara G-20.
Pada pertemuan tersebut, disebutkan ada tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk atasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin.
Langkah tersebut adalah Queue swapping atau pertukaran antrean dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan rendah, termasuk melalui COVAX Facility.
“Kedua, mempercepat realisasi dose-sharing. Dan terakhir transfer teknologi dan know-how untuk mendukung produksi vaksin,” jelasnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Harga Plastik Melonjak, Pedagang Imbau Pembeli Bawa Kantong Belanja
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Wacana Batas Usia Medsos Picu Kekhawatiran Baru, Ini Kata Pakar
- Mendikdasmen Minta Siswa Tak Terjebak Soal Sulit Tes TKA
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
Advertisement
Advertisement







